in

Abu Dis, Calon Ibu Kota Palestina Pengganti Yerusalem yang Telah Diklaim Milik Israel

Babak baru antara Israel dan Palestina bakal segera terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menuangkan perjanjian damai dalam proposal perdamaian. Bahkan, dirinya juga telah memiliki gambar peta masa depan Palestina, yakini wilayah kekuasaan atau daerah yang akan ditempatinya kelak. Tentu saja harus berbagi dengan Israel.

“Ini adalah bagaimana negara Palestina terlihat di masa depan, dengan ibu kota di Yerusalem bagian Timur,” tulisnya melalui akun @realDonaldTrump. Kota yang dimaksud adalah Abu Dis, sebuah wilayah yang terletak di pinggiran Yerusalem. Meski banyak ditolak oleh masyarakat Palestina, Abu Dis ternyata memiliki banyak kisah di baliknya.

Dijadikan bakal ibu kota Palestina yang sejatinya masih dikuasai Israel

Baik Yerusalem maupun Abu Dis, keduanya merupakan wilayah yang tidak terpisahkan satu sama lain. Setelah Israel menancapkan kukunya di sana pada 1967, barulah pemisahan mulai terjadi. Di mana pemerintah Zionis itu membangun tembok yang tinggi sebagai pemisah. Praktis, Abu Dis kini terlihat semakin sempit karena dipenuhi warga Palestina di dalamnya.

Tembo yang memisahkan antara Yerusalem dan Abu-Dis [sumber gambar]
Dilansir dari Kumparan.com (15/01/2020), Abu Dis terbagi dalam 3 area yakni A,B, dan C. Dalam perjanjian Oslo (Oslo Accords -1993), Area A menjadi milik masyarakat Palestina ( 3,5 km persegi Abu Dis atau 14,8 persen) dan C berada di bawah kekuasaan Israel sekitar 20 km/segi, 85 persen . Sementara area B, merupakan wilayah bersama antara Palestina dan militer Israel tanpa kehadiran warga sipil dari negara Zionis. Itu artinya, Israel masih mendominasi alias menguasai Abu Dis.

Tempat indah yang punya beragam cerita bersejarah di baliknya

Sebelum konflik terjadi, Abu Dis merupakan lahan pertanian yang dipenuhi oleh kebun-kebun zaitun di masa lalu. Di sana pula, pemimpin tentara Islam Salahuddin al Ayubi atau Saladin berkemah di bukit sebelum membebaskan Yerusalem dari Tentara Salib pada 1187. Dilansir dari Middleeasteye.net (18/06/2018), Abu Dis sejatinya telah menjadi wilayah yang disengketakan selama berabad-abad lalu.

Abu Dis dengan pemandangan masjid Kubah Emas [sumber gambar]
Jika dilihat dari kacamata pariwisata, Abu Dis merupakan wilayah yang pas untuk menikmati keindahan khas Palestina. Terletak 628 meter di atas permukaan laut, pemandangan Laut Mati dan perbukitan Yerikho dengan rumput pendek merahnya dapat dilihat dengan jelas di Abu Dis. Sementara di sebelah barat, panorama tembok Kota Tua dan Kubah Batu Emas akan menyambut pandangan mata.

Proposal perjanjian damai yang dinilai berat sebelah

Alasan Abu Dis dipilih sebagai calon ibu kota bagi Palestina, tak lepas dari nilai historisnya yang berdekatan dengan Yerusalem. Dalam sebuah peta baru yang disusun oleh Presiden As Donald Trump, terlihat wilayah Palestina yang semakin menipis meski nantinya bakal menempatkan Abu Dis sebagai calon ibu kota pengganti Yerusalem.

“Ini adalah bagaimana negara Palestina terlihat di masa depan, dengan ibu kota di Yerusalem bagian Timur,” tulisnya melalui akun Twitter @realDonaldTrump. Karena dinilai berat sebelah dan cenderung menguntungkan Israel, masyarakat Palestina menentang draf perjanjian yang disebut oleh Trump sebagai “proposal damai abad ini” tersebut.

BACA JUGA: 4 Fakta Abu Dis, Kota Tua yang Digadang-gadang Bakal Jadi Ibukota Baru Palestina

Meski telah proposal damai dan Abu Dis telah ditawarkan kepada Palestina, baik pemimpin maupun masyarakatnya secara tegas menolak hal tersebut. Bukan apa-apa, Yerusalem yang kini diklaim sebagai ibu kota bagi Israel juga dianggap masih milik Palestina.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Cerita Orang yang Makan ‘Magic Mushroom’, dari jadi Donald Bebek hingga Nguber Ayam

Potret Pernikahan Isyana-Rayhan, Hari Patah Hati Nasional Kedua Netizen Se-Indonesia