Ketika seseorang merasa dirugikan oleh pihak lain, maka ia bisa mengajukan tuntutan hukum tanpa membeda-bedakan. Tentu saja itu jika kasus yang diajukan dan pihak yang dituntut adalah hal yang masuk akal.
Masalahnya ternyata ada beberapa orang yang melakukan gugatan namun tidak masuk akal. Beberapa orang ini ternyata malah menggugat Tuhan! Apa ya yang mendasari mereka melakukan hal tersebut?
1. Pavel Mircea
Pavel Mircea adalah seorang tahanan yang mendapatkan vonis 20 tahun penjara gara-gara telah melakukan pembunuhan. Meski begitu, ia tidak terima dengan tuntutan ini. Jadi, bukannya banding, ia malah menggugat Tuhan atas nasib yang harus ia terima. Menurutnya, Tuhan gagal menyelamatkannya dari tindakan kejahatan yang ia lakukan dan justru menyerahkannya pada iblis yang menyarankannya untuk membunuh.
2. Pendeta Mark Sharpe
Mark Sharpe adalah seorang pendeta di desa Teme Valley Selatan, Inggris. Saat berusia 44 tahun, ia menuntut Tuhan ke Pengadilan gara-gara sekelompok pendeta lain memaksanya untuk mengundurkan diri. Ia mengaku dibully oleh anggota jemaat gereja selama empat tahun dan dipaksa untuk pergi.
3. Ernie Chambers
Ernie Chambers adalah seorang anggota parlemen di Nebraska, Amerika Serikat. Ia melakukan gugatan kepada Tuhan pada September 2007 lalu dengan karena menurutnya Tuhan telah menyebabkan berbagai peristiwa kekerasan dan bencana alam yang menimbulkan ketakutan dan kematian masal.
4. Chandan Kumar Singh
Chandan Kumar Singh adalah seorang pengacara dari India. Ia menjadi perbincangan hangat gara-gara menggugat Dewa Ram, atau di Indonesia dikenal dengan Sri Rama. Ia melakukan gugatan dengan tuduhan bahwa Sri Rama telah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya, Sita. Menurutnya Rama telah berlaku tidak adil pada Sita yang dituduh berselingkuh saat diculik Rahwana dan harus membakar diri untuk membuktikan bahwa dirinya tetap setia.
Tentu adalah hal yang aneh bagi manusia untuk menggugat Tuhan. Bukan saja karena manusia diciptakan oleh-Nya, tapi juga karena manusia tidak bisa membawa Tuhan begitu saja ke ruang pengadilan. Manusia memiliki banyak keterbatasan dan tidak mungkin bisa melawan-Nya. Lagipula, bukankah hidup matinya manusia juga ada di tangan penciptanya?