Tidak ada pekerjaan yang tak punya risiko. Bahkan tukang sapu di jalan yang mungkin dianggap banyak orang adalah pekerjaan remeh, juga punya risikonya. Entah itu kesrempet motor atau mungkin kena clurit ketika membabat rumput. Setiap kerjaan ada risikonya, yang membedakan adalah besar atau kecilnya kadar risiko yang dimiliki.
Membicarakan pekerjaan dengan risiko tinggi, mungkin banyak yang bisa kita sebutkan. Nah, salah satu dari deretan pekerjaan yang risikonya gede itu adalah wartawan. Ya, pencari berita adalah pekerjaan dengan risiko besar. Apalagi kalau ditugaskan untuk meliput konflik-konflik yang sensitif. Risikonya bukan luka-luka atau cidera lagi, melainkan mati.
Sudah banyak buktinya para wartawan yang diculik lalu disiksa-siksa dan bahkan dibunuh. Berikut adalah kisah-kisah menyedihkan dalam jagad jurnalisme yang bikin pekerjaan satu ini jadi punya julukan the most dangerous job in the world alias pekerjaan paling berbahaya di dunia.
1. Akhir Hidup James Foley di Tangan Tukang Jagal ISIS
Wartawan adalah pekerjaan mulia, tanpa mereka kita buta informasi. Sayangnya, akhir hidup seorang pencari berita kadang tidak selalu baik seperti berita bagus yang diliputnya. Hal inilah yang terjadi pada seorang James Foley. Wartawan kenamaan asal Amerika. Seperti yang mungkin pernah kamu baca, wartawan satu ini dipenggal oleh ISIS.
2. John Cantlie Disiksa Bagai Tahanan Guantanamo
Banyak diberitakan jika James Foley tidak ditangkap sendirian, melainkan dengan beberapa orang sekaligus. Salah satunya adalah seorang wartawan asal Inggris bernama John Cantlie. Memang John tidak dibunuh, tapi ia mengalami penyiksaan keji yang mungkin akan jadi pengalaman terpahit dalam hidupnya.
3. Daniel Pearl, Dibunuh Gara-Gara Dirinya Yahudi
Daniel Pearl adalah seorang wartawan Amerika yang pernah ditugaskan untuk mewawancarai seorang pemuka agama di Pakistan. Hal ini terkait dengan kasus seorang pria bernama Richard Colvin Reid yang tertangkap ketika akan melakukan aksi peledakan. Reid sendiri diduga masih punya hubungan darah dengan seseorang yang akan ditemui Pearl. Si wartawan sendiri nampak antusias dengan ini, sayangnya ini justru jadi jalan akhir hidupnya.
4. Kenji Goto, Bukti Nyata Kekejaman ISIS
Tak hanya James Foley, keterkenalan ISIS juga disebabkan oleh seorang wartawan Jepang bernama Kenji Goto. Niat ingin membuat cuplikan dokumenter tentang kehidupan rakyat Suriah, ia justru ditawan ISIS. Tak lama setelahnya, Kenji pun meninggal dengan jalan yang sama persis seperti yang dialami oleh Foley.
5. Dua Wartawan Perancis Dibunuh Teroris Mali
Kabar duka bagi para wartawan juga datang dari tanah Afrika. Dua orang wartawan asal Perancis diberitakan telah dibunuh di Mali oleh kelompok anarkis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Claude Verlon dan Ghislaine Dupont dibunuh setelah sebelumnya diculik selama 3 tahun lebih.
Kejadian buruk seperti deretan orang ini juga pernah dialami oleh wartawan asal Indonesia, Meutya Hafid. Wartawan MetroTV ini pernah diculik oleh sekelompok orang bersenjata ketika ditugaskan ke Irak. Untungnya, pada akhirnya Mutya dibebaskan, bahkan ia juga merilis sebuah buku laris yang kata pengantarnya ditulis oleh Presiden SBY.