Kalau melihat orang tua yang masih berjualan di usia senjanya, bisa atau tidak membantu, kita semua pasti merasa iba. Usia yang sudah tak lagi muda itu seharusnya tinggal di rumah dan bersuka ria dengan keluarga. Namun, ternyata ada di antara mereka yang memang bekerja keras karena tak mau ongkang-ongkang kaki saja, atau memang bekerja karena tuntutan harus memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah satu cerita sedih datang dari seorang nenek bernama Hawati yang tinggal di Ngagel, Surabaya. Ia sehari-hari mengais rezeki dengan menjadi seorang penjual makanan keliling, mulai dari gorengan, kerupuk, hingga kacang. Kegiatan berjualan ini dilakukan dengan mendorong gerobak.
Setelah mengalami pencurian, ia kemudian viral di berbagai media sosial. Mbah Hawati kemudian menuturkan bagaimana peristiwa tersebut bisa terjadi. Melansir detik.com, Mbah Hawati bercerita bahwa saat itu ia sedang istirahat dan menunaikan salat zuhur. Namun turun dari masjid, ia kaget karena uang yang ditaruh dilaci gerobaknya telah raib.
Usia Mbah Hawati memang sudah sepuh, namun semangatnya tak pernah berubah. Ia sudah berjualan selama kurang lebih 25 tahun. Gorengan, kerupuk, dan kacang yang ia jual adalah titipan dari tetangganya. Setiap hari, Mbah Hawati mendorong gerobaknya dari kediamannya di Ngagel, Darmo Kali, hingga Dinoyo. Perjalanan tersebut cukup jauh. Ia mengatakan lagi, kalau misalnya dagangannya habis, maka uang yang akan ia bawa pulang sejumlah 200 hingga 300 ribu. Akan tetapi, Mbah Hawati hanya mendapatkan bagian kurang lebih 50 ribu Rupiah.
BACA JUGA: Resep Sukses Mbah Pon, Penjual Gudeg Bringharjo yang Sukseskan Semua Anak-anaknya
Nah, dalam rekaman CCTV masjid, terlihat ada seseorang berbaju biru mendekati gerobak Mbah Hawati dan mengambil uang yang ada di atas gerobak. Semoga saja ya, Mbah Hawati mendapatkan rezeki yang lebih banyak ya. Semangat terus, Mbah!