Beberapa hari ini, Indonesia dikejutkan dengan berita yang tidak mengenakkan. Adalah nilai tukar rupiah melemah ke kisaran 15ribu per dolar Amerika Serikat. Hal inilah yang membuat hampir seluruh warga Indonesia panik. Harga barang yang kian melonjak itulah jadi kekhawatiran pertama banyak orang. Apa kalian merasakan hal yang sama Sahabat Boombastis?
Nah, selama ini yang kita tahu kalau rupiah turun derajat karena masalah di pemerintahan. Entah masalah ekspor, impor atau apalah itu. Namun ternyata itu tidak selamanya benar lho Sahabat Boombastis. Sebab, ada beberapa kebiasaan dari kita yang bisa membuat mata uang kita menjadi anjlok seperti sekarang ini.
Nafsu membeli barang yang tidak bisa ditahan sedikitpun
Semua orang pasti memiliki sifat konsumtif dalam dirinya. Apalagi kalau sedang banyak uang, di pikiran sudah terbayang-bayang ingin membeli ini itu. Nah, kebiasaan inilah yang ternyata juga jadi salah satu pemicu dari melemahnya rupiah saat ini lho Sahabat Boombastis.
Tidak merawat fasilitas wisata dalam negeri
Indonesia memang dikenal seluruh dunia karena tempat wisatanya yang sangat beragam. Tapi sayangnya, banyak masyarakat yang acuh akan hal ini. Contohnya saja seperti tidak merawat tempat wisata yang didatangi. Seperti membuang sampah sembarangan atau bisa juga mencoret-coret fasilitas yang ada . Padahal, destinasi wisata merupakan salah satu penyumbang devisa negara.
Lebih suka mengendarai transportasi milik sendiri
Selain di atas, ada lagi penyebab mata uang menjadi melemah saat ini. Adalah suka mengendarai transportasi milik pribadi. Hmm.. terus apa hubungannya ya? Ternyata karena permintaan bahan bakar minyak dan gas di Indonesia yang sangat tinggi. Sedangkan bahan bakar minyak dan gas di negara kita masih tergantung impor Sahabat Boombastis.
Berdasarkan ulasan di atas, kita jadi tahu nih kalau alasan rupiah melemah bukan hanya dari efek pemerintahan saja. Tapi juga dari kebiasaan masyarakatnya sendiri. Maka dari itu, mulai sekarang sebisa mungkin untuk menghindari perilaku-perilaku di atas. Dengan begitu, kita bisa membantu menguatkan rupiah kembali seperti semula.