Tercatat saat ini sudah ada tujuh kali pergantian Presiden di Indonesia. Dalam kurun waktu tersebut prestasi olahraga di tanah bisa dibilang naik turun. Sistem dan kebijakan yang terus berganti menjadi alasan ketidak stabilan tersebut. Kendati demikian, namun bakat hebat atlet Indonesia tidak pernah berhenti bermunculan. Dalam sejarahnya saat era pemimpin negeri ini Soeharto para atlet kerap menorehkan prestasi gemilang.
Di bawah kepemimpinan bapak pembangunan tersebut Indonesia sukses meraih banyak prestasi. Mulai dari emas pertama olimpiade sampai menjadi juara umum SEA Games. Melihat hal tersebut, pastinya kini kita mulai timbul pertanyaan. Apakah resepnya? Bagaimanakah caranya?. Dari pada bingung dan terus bertanya-tanya, simak ulasan berikut ini untuk menemukan jawabnya.
Menerapkan prinsip juara kedua adalah aib untuk negara

Mengembangkan prestasi olahraga dari unit paling bawah

Mengirim atlet untuk berlatih di luar negeri
https://www.youtube.com/watch?v=RYlt5nrgp-g
Sudah bukan rahasia lagi apa dahulu prestasi Timnas lebih moncer bila dibanding dengan sekarang. Bahkan kegemilangan sepak bola saat era Soeharto yakni medali emas SEA Games atau peringkat empat Asian Games belum bisa diulangi oleh Tim Merah Putih sekarang. Salah satu resep keganasan Timnas saat itu adalah buah dari pengiriman para putra terbaik Indonesia berlatih di luar negeri. Persepakbolaan yang lebih modern dan berkembang membuat bakat pemain-pemain dapat dipoles dengan baik. Nama-nama macam Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, dan beberapa angkatannya adalah buktinya.
Menciptakan panji olahraga untuk menumbuhkan semangat prestasi

Kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Soeharto bisa dibilang bukan hanya ini saja, masih banyak lagi yang lain. Namun terlepas dari hal tersebut, bisa diakui apabila prestasi yang dicatatkan di zaman Pemimpin kedua negara itu memang hebat. Bahkan dalam kurun waktu 30 kepemimpinan tidak berhenti para atlet torehkan prestasi.