Berjamurnya kedai kopi di seluruh penjuru negeri menandakan bahwa Indonesia memang surganya kopi. Mulai dari warkop di pinggir jalan dengan lampu teplok seadanya sampai coffee shop papan atas dengan gemerlapan lampu kuningnya. Sebagai cowo, kurang afdol memang jika ngumpul bareng temen tanpa ditemani seruputan kopi setiap harinya.
Namun, perlu kamu tahu nih bro bahwa tanah air kita tercinta punya banyak banget jenis kopi. Dari Sabang sampai Merauke memiliki biji kopi khasnya masing-masing. Nah, biji kopi tersebut juga tidak bisa sembarang diolah agar mendapatkan hasil sruputan yang maksimal. Biar makin menjadi #CowoLebihTau soal ilmu kopi, kamu wajib banget ngerti soal cara meracik kopi dari jenisnya.
Biji Kopi Termahal dengan Teknik Manual Brew
Mendengar kata “biji kopi termahal” pasti kamu udah ngebayangin kopi luwak kan? Meski jenis tersebut didapatkan dengan cara yang kurang berfaedah yaitu dari sisa kotoran hewan luwak, kopi tersebut akan menghasilkan rasa dan aroma yang nikmat jika diseduh dengan benar. Nah, point-nya di sini, bro. Sebenarnya semua jenis kopi bisa mengaplikasikan segala teknik.
Tahu nggak? Kalau Kopi Vietnam Itu Bukan Jenis Kopi, Tapi Tekniknya
Kopi Vietnam mungkin akan selamanya melekat di benak orang Indonesia. Karena yang kita tahu, bahwa kopi Vietnam sering banget nampang pada papan menu coffee shop atau cafeteria hotel-hotel berbintang. Nah, perlu kamu tahu bro, kopi Vietnam ini ternyata bukanlah jenis kopi, melainkan sebuah teknik meracik.
Hanya Kopi Toraja yang Terbagi Menjadi Dua Jenis
Jenis yang dimaksud di sini adalah arabika dan robusta, bro. Sebagai #CowoLebihTau kamu pasti udah hafal di luar kepala dengan dua jenis ini. Nah, biji kopi yang ditanam di dataran tinggi Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini bisa menghasilkan keduanya! Gimana nggak kaya negara ini?
Teknik Sanger Kurang Cocok dengan Kopi Aceh Gayo
Meskipun teknik sanger biasa kita temui di Aceh, namun biji kopi yang menjadi pilihan bukanlah aceh gayo. Kadar asam tinggi yang dihasilkan oleh biji aceh gayo bakalan kurang pas jika diseduh dengan teknik ini. Pasalnya, teknik ini mencampurkan sedikit gula dan susu/creamer, ya semacam tek tarik gitu deh.
Keempat teknik sekaligus jenis kopi di atas hanya sebatas butiran debu dari semerbaknya dunia kopi nusantara. Biar sisi #CowoLebihTau kamu berkembang, bisa banget untuk dipraktekin keempat teknik di atas dengan meggunakan biji kopi yang berbeda. Basic-nya hanya satu bro, bedain apakah biji kopi tersebut arabika yang tinggi asam atau robusta yang pahitnya nendang. Karena kalau soal kopi, kamu pasti #CowoLebihTau soal dunia per-kopi-an lah bro.