in

Zulmi Noor, Anak Eks Bupati Probolinggo yang Terjerat OTT KPK, Digadang Ikut Pilkada 2024

Pilkada makin dekat, kontestasi politik pun makin panas tiap harinya. Terutama dari para kalangan politikus muda yang mulai menunjukkan taringnya. Dan tak menutup kemungkinan para politikus muda itu akan menduduki jabatan. Karena pada dasarnya semua memang punya peluang yang sama.

Nah, salah satu politikus muda yang lagi santer diperbincangkan adalah Zulmi Noor Hasani. Anak eks bupati Probolinggo ini diisukan akan maju dalam pilkada mendatang. Dengan kasus yang menjerat orang tuanya, bagaimana keadaanya sekarang? Biar gak penasaran simak ulasan berikut ini.

Anak eks Bupati Probolinggo yang digadang maju pilkada

Beberapa waktu yang lalu santer isu mengenai Zulmi Noor Hasani, anak mantan bupati Probolinggo yang disebut akan maju ke Pilkada 2024. Hal itu tidak terlepas dari beberapa baliho-baliho bergambar dirinya yang sering ditemui di jalanan Probolinggo.

Baliho Zulmi Noor Hasani [sumber gambar]
Belum lagi, Zulmi beberapa kali diketahui ikut dalam agenda-agenda penting dan mendekat pada partai Nasdem. Namun sang ayah tak memberikan komentar apa-apa mengenai hal itu. Jika benar anaknya, maju dalam pilkada mendatang maka dinasti politik akan terus berlanjut di sana. Akan tetapi masih belum ada info resmi sehingga masih belum bisa dipastikan.

Zulmi juga mulai merintis karier politik

Anak mantan bupati Probolinggo ini sejatinya mulai merintis karier politiknya sendiri. Hal ini terbukti dari beberapa kegiatan di mana ia punya peranan penting di dalamnya. Salah satunya adalah pemberian bingkisan pada ibu hamil yang dilakukan pada 27 Agustus kemarin.

Merintis karir politik [sumbar gambar]

Tidak hanya itu, sebagai Direktur Hasan Foundation Probolinggo melakukan penandatanganan kerja sama bidang ekonomi, disaksikan anggota dewan koperasi Probolinggo. Zulmi juga beberapa kali melakukan safari politik dan ada kemungkinan akan diusung oleh partai Nasdem. Karena beberapa kegiatan itulah yang membuat banyak orang yang berspekulasi kalau dirinya akan maju pilkada.

Orang tua terjerat OTT KPK

Namun sayangnya, orang tua Zulmi terjerat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh KPK. Ya, Puput Tantriana eks bupati Probolinggo bersama suaminya, harus ditangkap karena terlibat dalam kasus jual beli jabatan. Adanya jabatan kosong membuat mereka mengobralnya sebesar Rp20 juta pada masing-masing ASN yang mau menempatinya.

OTT KPK [sumber gambar]
Akhirnya apa yang dilakukan oleh mereka terendus oleh KPK, keduanya kemudian berhasil ditangkap. Penangkapan ini juga karena adanya banyak laporan dari warga. Dari OTT yang sempat dilakukan itu, ditemukan barang bukti berupa uang sebesar Rp362.500.000 dari hasil jual beli jabatan yang menjerat mereka.

Rumah Zulmi akhirnya diperiksa

Atas kasus yang menimpa kedua orang tuanya, rupanya Zulmi juga kena imbas. Beberapa waktu yang lalu, dua rumah miliknya juga mesti digeledah untuk mencari barang bukti. Dilansir dari laman Detik, kurang lebih selama 4 jam rumah Zulmi harus digeledah oleh aparat bersenjata. Setelah itu paras petugas keluar dengan membawa koper dan brankas.

Rumah diperiksa [sumber gambar]
Diperkirakan ada dokumen penting yang berhubungan dengan kasus dari orang tua Zulmi dalam koper tersebut. Sebelum Zulmi, ternyata petugas sempat menggeledah rumah milik kakaknya, Dini Rahmawati. Dalam penggeledahan ini kemungkinan tak ada hubungannya dengan Zulmi, namun hanya mencari barang bukti untuk kasus orang tuanya.

BACA JUGA: Obral Jabatan 20 Juta sampai Upeti Tanah, Bupati Probolinggo dan Suaminya Ditangkap KPK

Sampai saat ini masih belum ada kepastian apakah Zulmi akan menggeluti jejak orang tua masuk dalam dunia politik. Namun demikian, satu hal yang pasti entah itu dia masuk atau tidak, tapi tidak akan bisa dibarengi oleh orang tuanya. Ya, karena Puput Tantriana dan suaminya harus menjalani hukuman karena kasusnya tersebut.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Jangan Panik, Ini Lho yang Sebaiknya Kamu Lakukan Kalau Berhadapan dengan King Kobra

Ada yang Dihajar sampai Babak Belur, 5 Orang Ini Jadi Korban Salah Tangkap dan Dipenjara