Memang menjadi seorang pengajar bukanlah urusan yang mudah. Selain penghasilan yang didapatkan sangat tidak sebanding, susahnya mendidik anak-anak juga sebuah problem yang sulit diselesaikan. Alhasil, para guru harus memutar otak untuk menemukan cara agar muridnya berminat dan antusias dalam mengikuti pelajaran.
Salah satu pengajar yang satu ini mungkin bisa dianggap berhasil dalam menyelesaikan masalah itu. Dengan memakai kostum badut, ia berhasil menggaet banyak muridnya untuk mengaji dengan ceria dan penuh antusias. Lalu sebenarnya siapa sih sosok guru badut syariah ini? Biar gak penasaran simak ulasan berikut.
Yahya Edward si guru ngaji yang berkostum badut
Memang mungkin inilah salah satu cara unik dari Yahya Edward dalam mengajarkan anak-anak mengaji. Alih-alih berpakaian muslim, dirinya malah memilih berdandan ala-ala badut. Dengan cara ini dia yakin bisa membuat anak-anak jadi tertarik dan semangat dalam belajar. Tak hanya itu, dirinya juga mengajak anaknya, Bacil, yang juga menggunakan kostum badut.
Pakai trik sulap biar anak-anak jadi minat
Layaknya seorang badut, sebelum masuk Yahya menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang membuat anak-anak bersemangat. Tak hanya itu, dirinya juga sempat melakukan beberapa trik sulap supaya mereka jadi makin tertarik.
Terinpirasi dari kata-kata sang guru
Bukan tanpa alasan mengapa Yahya menggunakan persona badut dalam mengajar. Usut punya usut, hal itu berhubungan dengan perkataan gurunya dulu. Sang guru menyarankan agar Yahya menjadi sosok pengajar dengan gaya Abu Nawas, ceria dan jenaka.
Mengajar untuk cari keberkahan
Sejatinya profesi dari Yahya Edward sendiri adalah seorang badut, sedangkan mengajar adalah kegiatan sampingannya. Ya, dirinya mengaku membagikan ilmu dengan mengajar sebagai sarana untuk mencari keberkahan dari Allah SWT semata. Oleh sebab itu, ada kalanya dirinya tidak mengajar karena ada orderan jasa badut.
BACA JUGA: Orang Tua Siswa Tak Punya Ponsel, Guru di Sumenep Ini Sanggupi Ngajar dari Rumah ke Rumah
Apa yang dilakukan oleh Yahya Edward ini sejatinya bisa jadi inspirasi bagi orang lain. Ya, dengan penuh kreativitas, dirinya mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak. Inovasi seperti itulah yang sejatinya dibutuhkan di era modern seperti saat ini.