Warga Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat sedang dihebohkan dengan kegiatan ‘ukur jalan’ yang dilakukan oleh para WNA asal China. Hal tersebut viral melalui sebuah video berdurasi tiga menit yang belum diketahui pihak pertama yang menyebarkannya. Dalam video tersebut tampak seorang lelaki –yang mengakui ketua RT setempat menanyakan pekerjaan yang mereka lakukan.
Namun, alih-alih menjawab, semuanya tak bisa berbahasa Inggris apalagi Indonesia. Belakangan, aktivitas mereka ternyata sebagai pekerja proyek. Lebih dalam fakta tentang para pekerja ini, simak dalam artikel berikut!
Pekerja proyek kereta cepat Jakarta-Bandung
Kegiatan mereka bukan sekedar mengukur tanah seperti video yang viral
Bgmn kalau dikampung anda tinggal, tiba2 diukur2 oleh WNA yg tdk bisa berbahasa Indonesia?
Ini terjadi di kelurahan Jatimulya Bekasi.
Mohon para pndpt bila ini terjadi apa yg harus dilakukan? Lapor @DivHumas_Polri ? pic.twitter.com/wixHWAMXrH— Haikal Hassan Baras (@haikal_hassan) September 17, 2018
Jangan salah paham dulu, para pekerja asing ini tidak sedang mengukur tanah seperti yang diberitakan. Menurut Corporate Communication PT KCIC, Febrianto Wibowo mereka melakukan pengontrolan (review control point). Dalam hal ini bisa disebut sebagai benchmark, yaitu memastikan desain konstruksi sudah sesuai dan tepat, jadi bahasanya bukan pengukuran tanah. Control point ini hanya sebatas pengontrolan saja, tidak membangun.
Lurah tidak mendapat laporan perizinan
Permintaan maaf dari pihak Corporate Communication PT KCIC
Banyaknya jumlah tenaga asing yang bekerja di tanah air kerapkali menimbulkan kesalahpahaman, apalagi mereka tidak bisa menanggapi berbagai pertanyaan dari masyarakat. Tetapi dalam kasus satu ini, pihak ketenagakerjaan sendiri tidak menyebut hal tersebut bermasalah.