RA Kartini menjadi pahlawan yang memperjuangkan hak kaum perempuan. Berkat jasa-jasanya-lah kita bisa sekolah dan mengenyam pendidikan tinggi seperti sekarang. Sepak terjang perempuan sangat berpengaruh bagi kemajuan suatu bangsa, bahkan dari dahulu sudah dikatakan bahwa perempuan adalah tiangnya negara, yang berarti ‘makmurnya negara dilihat dari seberapa makmur (sukses) para perempuannya’.
Hanya saja, menggapai kesuksesan tidaklah semudah yang dibayangkan loh, Sahabat. Ibarat Alfa Edison dalam menemukan bola lampu, untuk menjadi sukses ada belasan bahkan ratusan kali gagal di dalamnya. Namun, dari perempuan kuat berikut ini, kita bisa belajar bahwa sukses memang tak instan. Jika mau berusaha, pasti akan diberi jalan oleh dia yang Maha Segalanya. Inilah mereka yang tak pantang menyerah itu.
Tujuh kali gagal masuk kedokteran UI, gadis bernama Nadya ini tak menyerah
Namanya Nadya Fitri, cerita ini penulis ambil dari cerita Nadya di kompasiana.com. Nadya bercerita bahwa dokter bukan hanya cita-citanya sejak kecil, tetapi juga mimpi yang tetap ia pertahankan hingga ia duduk di bangku SMP, bahkan SMA. Keinginannya menjadi seorang tenaga medis tambah menggebu saat neneknya yang terkena sakit (tersumbatnya anus) sehingga harus dioperasi. Namun, walaupun sudah mendapat perawatan neneknya tetap meninggal dunia.
Mental pemenang itu, ya tidak pernah menyerah
Cerita berikutnya dibagikan oleh Tara Putri. Sejak duduk di bangku SMA, Tara adalah anak yang berprestasi hingga ia pernah mendapat kesempatan pertukaran pelajar ke Amerika yang diselenggarakan oleh AFS YES. Lulus SMA ia berhasil meraih beasiswa, yang sayangnya 20% tuition fee-nya harus ditanggung sendiri, kondisi ekonomi tidak mendukung Tara membuat ia melepas tawaran tersebut. Berbekal prestasi, ia kemudian kuliah Biologi di UGM.
12 kali ditolak professor tapi enggak jera juga
Ditolak cinta mungkin masih belum sakit ketimbang ditolak oleh para professor di mana kamu akan melamar beasiswa, apalagi sampai 12 kali. Itulah yang dirasakan oleh Medria Hadhienata. Lulus sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB) ia berniat mewujudkan mimpi sekolah ke luar negeri. Namun, untuk mencapai mimpi tersebut sulit sekali rasanya. Karena lulus pada bulan Oktober, hampir semua pendaftaran beasiswa sudah ditutup, belum lagi, persiapannya juga kurang.
Rangking ke 26 dari 30 siswa ketika sekolah akhirnya mendapat beasiswa ke Jepang
Cerita terakhir ini dibagikan melalui Twitter oleh @yeoreoja. Ia bercerita bahwa sukses itu ternyata bisa datang dari mana saja –termasuk mungkin dari Fair & Lovely Bintang Beasiswa, ya, Sahabat. Pemilik akun @yeoreoja ini bercerita jika dulu dirinya sama sekali bukan siswa yang pintar bahkan ketika SMA peringkat kelasnya adalah 26 dari 30 siswa, bayangkan saja. Walaupun mengambil jurusan IPA, ia menaruh minat di Bahasa Jepang, yang menurutnya membuat penasaran.
Setiap orang pasti punya jatah masing-masing untuk sukses, meskipun harus berkali-kali gagal sebelumnya. Kalau kamu juga ingin menjadi seperti sosok-sosok perempuan tangguh di atas, kamu bisa mencoba untuk mengikuti Fair & Lovely Bintang Beasiswa. Karena langkah awal untuk menjadi seorang bintang dimulai dari tapak awal yang sederhana dulu. Jadilah satu dari banyak wanita yang tidak ragu untuk mencapai mimpimu. Siapkah kamu? Jika siap bisa lihat info lengkapnya di www.voteuntukimpianku.com dan raihlah pendidikanmu setinggi-tingginya.