Fenomena pernikahan yang terjadi di Indonesia sebenarnya sangat bisa ditandai. Mulai dari ramainya vendor yang dipilih oleh berbagai kalangan, desainer baju pengantin dan make up artist, hingga bulan yang cocok untuk dijadikan hari sakral yang terjadi sekali seumur hidup. Mayoritas pasangan kekasih di Indonesia memilih bulan September dan Desember menjadi hari pernikahan mereka. Agaknya semboyan “September Ceria” ini memang memberi pengaruh besar bagi mereka yang ingin melangsungkan pernikahan.
Namun, jika dilihat lagi, faktor suku yang beragam bisa membuat kesimpulan lain soal fenomena pernikahan di Indonesia. Salah satu suku yang paling teliti dalam memilih waktu untuk melaksanakan pernikahan adalah Jawa. Orang Jawa memiliki keyakinan tersendiri soal waktu agar pernikahan yang terjadi sekali seumur hidup tersebut bisa langgeng. Baiknya kita tilik teladan Jawa untuk menentukan waktu yang baik saat melangsungkan pernikahan dalam ulasan berikut ini.
Bulan Besar dalam kalender Jawa merupakan bulan jatuhnya hari raya Idul Adha. Bulan besar dipercaya sebagai bulan paling baik dalam melangsungkan pernikahan, karena pasangan yang menikah akan senang dan dikaruniai keselamatan. Selain itu rezeki yang melimpah juga akan datang kepada mereka yang bisa melaksanakan prosesi pernikahannya pada bulan ini. Sehingga, bulan Besar memang menjadi bulan yang sangat dianjurkan untuk menikahkan dua mempelai.
Dalam kalender Jawa, Jumadil Akhir merupakan bulan keenam setelah Jumadil Awal. Jika Jumadil Awal dipercaya bukan bulan yang baik untuk melaksanakan pernikahan, kebalikannya yaitu Jumadil Akhir lah yang disebut-sebut sebagai waktu yang baik. Hal tersebut dikarenakan kedua mempelai wanita akan mendapatkan kekayaan yang melimpah-ruah. Istilah dalam Primbon Jawa adalah “kaya akan emas dan perak.”
Bulan Syawal merupakan bulan jatuhnya hari raya Idul Fitri. Meski banyak yang menyarankan jangan menikah di bulan ini, namun waktu hari raya ini merupakan hari yang baik pula, sehingga masih dianjurkan untuk melakukan prosesi sekali seumur hidup itu. Pasangan yang menikah di bulan ini dapat hidup dengan bahagia di segala kekurangan mereka.
Jika banyak orang mengenal bulan Rejeb sebagai tanda akan orang-orang yang banyak berpuasa, sepertinya hal tersebut memang sebuah pertanda. Bulan Rejeb juga merupakan bulan yang baik selain ketiga waktu di atas. Dipercaya bulan Rejeb akan membawa banyak kawan yang datang ketika prosesi pernikahan dilangsungkan, sehingga lebih banyak yang mendoakan agar bahtera rumah tangganya selamat.
Urutan bulan Ruwah pas sekali setelah bulan Rejeb, sehingga para mempelai tak perlu khawatir jika sudah berganti bulan, karena akan tetap menjadi waktu yang baik dalam melaksanakan pernikahan. Dipercaya menikah di bulan ini akan mendatangkan keselamatan dan kedamaian dalam rumah tangganya. Namun, akan ada saatnya ketika datang keuntungan yang tidak terlalu besar, sehingga apapun yang datang ke dalam rumah tangganya harus selalu disyukuri.
Bagaimana netizen apa sudah tahu sedikit-sedikit soal teladan Jawa untuk memilih waktu pernikahan? Jadi, jangan salah pilih,ya agar pernikahanmu langgeng dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, ilmu ini juga bisa kamu aplikasikan untuk menolong teman-temanmu yang akan menikah, tapi jika masih ada tetua Jawa di kampungmu, hendaknya mereka juga bisa jadi perhitungan untuk menentukan waktu yang tepat, ya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…