Miris sebenarnya kalau membicarakan tayangan dalam negeri khususnya sinetron. Alasannya sudah jelas karena secara kualitas baik cerita, akting, animasi dan lain sebagainya masih di bawah standar. Belum lagi, banyak hal-hal buruk yang dimuat, misalnya cinta-cintaan ala bocah yang diduga benar-benar memberikan pengaruh buruk bagi anak-anak. Gara-gara ini banyak orang yang pada akhirnya mulai malas lagi memandang televisi di jam-jam prime time.
Jujur saja sinetron lokal seperti hiburan murahan yang dibuat ala kadarnya. Tidak benar-benar memberikan manfaat, baik dari sisi entertaining lebih-lebih pesan moral. Para kreator sinetron di Indonesia sepertinya harus lebih banyak belajar lagi terutama kepada para sineas luar yang lebih oke misalnya Amerika Serikat. Jika dibandingkan dengan TV series di AS, sinetron kita kalah sangat telak dari sisi mana pun.
Berikut adalah alasan-alasan kenapa TV series di negeri Paman Sam itu jauh lebih greget dari sinetron Indonesia.
Kerennya sineas AS itu adalah kegregetan mereka yang sangar. Sama sekali tidak setengah-setengah dalam melakukan sesuatu meskipun hanya bikin serial televisi saja. Kita ambil contoh misalnya The Flash Series, di serial ini kita bisa melihat bagaimana sebuah tayangan TV dibikin seperti film. Ada efek level dewa di sana plus ledakan-ledakan yang memang dibuat secara asli.
Tidak ada yang namanya amatir di industri perfilman televisi Amerika. Semua posisi diisi oleh orang-orang bertalenta dan punya pengalaman. Lebih-lebih aktor dan aktris yang bermain di dalamnya. Setiap aktor dan aktris sudah pasti pernah bermain di serial-serial lain sebelumnya. Hampir jarang ada pemain anyar yang dipilih, apalagi sebagai peran utama untuk series terkenal.
Tak hanya pemainnya yang oke punya atau totalitas dalam pengemasan, series ala Amerika juga selalu punya tema-tema yang sangar. Sebut saja Walking Dead yang temanya apocalypse, atau mungkin tema-tema hero seperti The Flash, Arrow, atau Supergirl. Bahkan ada juga tema-tema unik seperti yang ditampilkan dalam Game of Throne.
Tidak seperti sinetron Indonesia, series Amerika tidak memiliki durasi yang panjang serta episode yang jumlahnya banyak. Setiap kali diputar, durasi series Amerika mungkin hanya satu jam, itu pun mereka tayang satu minggu sekali. Jumlah episodenya sendiri sekitar belasan sampai dua puluhan saja.
Tak melulu fokus terhadap cerita, gambar atau aktor, hal yang tak kalah penting seperti pesan moral juga tak pernah lupa disematkan para sineas Amerika ini. Setiap serial TV pasti disisipi dengan hal-hal baik. Misalnya dalam Flash series ketika Barry Allen mendapatkan kekuatan baru, ia tidak serta merta sok jadi pahlawan. Ia melewati banyak hal hingga akhirnya membuatnya jadi superhero.
Sinetron Indonesia harus mulai banyak berbenah. Ya, meskipun tidak langsung menyamai kualitas series luar, perbaikilah apa-apa yang bisa. Entah cerita, durasi, dan lain-lainnya. Jika saja para sineas sinetron mau melakukan ini, maka masyarakat pasti akan menggandrungi televisi. Ingat Si Doel? Ya, ini adalah bukti kalau sinetron juga bisa sangat bagus.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…