Debat Capres putaran kedua yang telah diselenggarakan pada 17 Februari 2019, banyak memberikan ruang terbuka bagi masyarakat untuk berpikir tentang visi dan misi yang diusung para capres. Dilansir dari laman news.detik.com, momen debat ini juga busa menjadi ajang bagi rakyat untuk menilai siapa capres yang menguasai materi.
Debat kedua dengan tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup, membuat kita sebagai masyarakat mengharapkan yang terbaik dari kedua calon pemimpin tersebut. Jika terpilih pada pemilu 2019, beberapa hal ini setidaknya bisa menjadi bagian dari kerangka kerja selama menjabat sebagai presiden.
Sumber Daya Alam (SDA), merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia sebagai bagian untuk menunjang kehidupannya. Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah yang dikutip dari news.detik.com mengatakan, Indonesia akan menghadapi fenomena berupa kesenjangan sumber daya alam yang menipis, bersamaan dengan meningkatnya sumber daya manusia yang relatif tak terbatas.
Era Industri 4.0 yang saat ini tengah berjalan, juga perlu mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Seperti yang kita tahu, era baru tersebut ditandai dengan semakin masifnya teknologi yang digunakan di segala bidang kehidupan. Seperti yang dituliskan pada laman kemenperin.go.id, Big Data, Autonomous Robots, Cybersecurity, Cloud, dan Augmented Reality, merupakan deretan teknologi yang harus dipahami oleh mereka yang berada di era industri 4.0.
Seperti yang kita tahu, swasembada pangan pernah diraih Indonesia di zaman pemerintahan Orde Baru Soeharto beberapa waktu silam. Ironisnya, capaian tersebut seolah menjadi barang langka di tahun-tahun kepemimpinan Presiden berikutnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dikutip dari cnnindonesia.com, impor beras tembus 844 ribu ton pada 2014.
Pembahasan soal unicorn yang sempat terjadi pada ajang debat capres kedua beberapa waktu lalu, membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya, “apa itu unicorn?“. Dilansir dari cncbncindonesa.com, unicorn adalah h sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi (nilai ekonomi dari bisnis ) hingga US$ 1 miliar. Masih dari sumber yang sama, Indonesia memiliki lima startup unicorn, yakni Gojek ($ 10 miliar), Tokopedia ($ 5,9 miliar), Traveloka ($ 500 juta) dan Bukalapak ($ 200 juta).
BACA JUGA: Inilah Hal yang Akan Terjadi Jika Debat Capres 2019 Diganti dengan Musyawarah Mufakat
Beberapa hal di atas, tak akan pernah terjadi jika hanya menjadi visi misi untuk mengdongkrak elektabilitas semata. Perlu ada kerja keras yang nyata untuk mewujudkan hal besar tersebut. Memang, selalu ada kekurangan dan kelebihan dari kinerja pada para presiden Indonesia, baik di masa lalu maupun saat ini. Sebagai masyarakat, kita doakan siapapun yang akan naik menjadi pemimpin di negeri ini, bisa membawa amanah masyarakat menjadi hasil yang nyata.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…