in

Fakta Tubuh Manusia Setelah Meninggal Menurut Penelitian Meletakkan Kamera di Dalam Kubur

Pernahkah kamu berpikir bagaimana perasaan orang yang baru saja meninggal dunia? Apa yang terjadi kepada jasad manusia sesaat setelah dikuburkan? Ternyata, sebuah penelitian mengungkap bahwa mayat orang yang telah meninggal masih bergerak secara signifikan selama kurang lebih satu tahun setelah kematian.

Hal ini bukan seperti virus zombie yang sering kita saksikan di layar kaca ya, melainkan fenomena sains yang memang terjadi kepada jasad manusia. Yuk, simak penjelasan ilmiahnya dalam ulasan berikut ya!

Beberapa menit setelah manusia meninggal

Saat meninggal dunia, manusia tak lagi bernapas. Semua sistem organ yang ada di dalam tubuh tak lagi bekerja seperti biasanya. Saat inilah proses pembusukan dimulai, gas karbon dioksida akan keluar dan darah berubah menjadi asam. Namun, meski sudah meninggal, ada sel-sel yang masih hidup. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa manusia setelah meninggal dunia masih bisa melakukan donor organ.

Orang meninggal dunia [sumber gambar]
Dalam hitungan jam, suhu tubuh akan terus menurun, setiap jam suhu akan berkurang sembilan derajat celsius. Oksigen di dalam tubuh juga perlahan habis, sehingga warna kulit akan berubah menjadi keunguan. Peristiwa ini oleh para ahli disebut sebagai livor mortis. Berikutnya, tubuh akan menjadi kaku karena otot menegang akibat penumpukan kalsium, para ahli menyebut hal ini dengan ligor mortis.

Tubuh perlahan menyusut dan membusuk

Ilustrasi orang meninggal [sumber gambar]
Lalu, selanjutnya, tubuh yang tadinya kaku perlahan akan menjadi lemas kembali dalam hitungan hari. Cairan sisa racun dalam tubuh akan keluar, kulit mengeriput dan mengering. Hal inilah yang membuat kuku terlihat tumbuh dan panjang, padahal sebenarnya jasad orang yang meninggal yang menyusut perlahan. Dalam hitungan hari pula, tubuh memproduksi zat pengurai alamiah atau kadaverin. Di proses ini, keasaman tubuh akan meningkat, bakteri juga berkembang dan memulai menuju proses pembusukan.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjadi kerangka?

Kerangka manusia [sumber gambar]
Setelah tubuh perlahan mengeluarkan cairan dan membusuk, tubuh yang tadinya utuh akan terurai dimakan organisme di dalam tanah. Untuk mereka yang dikubur tanpa menggunakan peti, proses menjadi kerangka ini membutuhkan waktu kurang lebih empat bulan. Sedangkan di dalam peti, proses menjadi kerangka membutuhkan waktu tahunan.

Apakah mayat bisa bergerak setelah terkubur?

Para peneliti mempelajari proses dekomposisi, atau proses setelah kematian, dengan meletakkan kamera di dalam liang kubur orang yang meninggal. Hasilnya, ya, mayat yang sudah dikubur bisa bergerak dan mengubah posisi di dalam kubur. Hal ini karena faktor alami seperti penyakit bawaan.

Tengkorak manusia [sumber gambar]
Penelitian yang dilakukan oleh Alyson Wilson dari Central Queensland University, memastikan bahwa pergerakan ini bukan disebabkan oleh binatang, melainkan si mayat itu sendiri. Penelitian tersebut memakan waktu kurang lebih 17 bulan. Beberapa organ tubuh seperti tangan bergeser dengan sendirinya. Proses dekomposisi ini didukung oleh bukti berupa foto yang diambil dari dalam kubur.

Apa yang terjadi pada tulang manusia setelah puluhan tahun meninggal dunia?

Sisa tulang ekor manusia [sumber gambar]
10 tahun meninggal dunia, akan terjadi reaksi kimia pada beberapa bagian tubuh, seperti paha dan pantat. Zat ini disebut sebagai grave wax atau lilin kuburan. 50 tahun di dalam kubur, jaringan tubuh juga akan menghilang. 80 puluh tahun meninggal, tulang-tulang akan merapuh dan mulai hancur. Satu abad di dalam kubur, hanya beberapa bagian tubuh mayat yang tersisa, seperti gigi, grave wax, serta benang nilon yang mungkin dipakai oleh mayat saat meninggal.

BACA JUGA: Manusia Tau Jika Mereka Sudah Tiada, Berikut Pengakuan Mereka yang Pernah Meninggal

Itulah penjelasannya mengapa mayat yang ada di dalam kubur bisa bergerak dengan sendiri. Selain proses dekomposisi sendiri, hal tersebut bisa jadi penyakit yang diderita oleh si mayat. Jadi, mayat yang bergerak merupakan proses ilmiah yang terjadi kepada seluruh orang yang meninggal dunia.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Pembunuhan Mutilasi di Ungaran, Pelaku adalah Pacar Korban yang Seorang Residivis Pencabulan

Ini Alasan Pesawat Tak Boleh Lewat di Atas Ka’bah sampai Pangkalan Udara AS Paling Rahasia