Meninggal karena TBC dianggap sebagai hal yang romantis [Image Source]
Yang namanya trend memang selalu berubah setiap saat, tapi peminatnya juga tidak pernah berkurang. Apapun dilakukan oleh pecinta trend untuk selalu bisa tampil keren dan fashionable, meski tidak jarang trend yang diikuti cukup beresiko.
Meskipun beresiko, beberapa orang memang tetap setia mengikuti trend tertentu demi status mereka. Bahkan ketika trend tersebut berpotensi mematikan seperti berikut ini.
Pada masa era Elizabeth, memiliki kulit putih pucat adalah trend yang sedang diminati. Kulit putih pucat dipercaya sebagai simbol kekayaan, karena hanya wanita berkulit putih yang tidak perlu bekerja di bawah sinar matahari. Beberapa cara yang dilakukan seperti menggosok kulit dengan campuran mematikan timah dan cuka.
Campuran yang dioleskan ke wajah menghasilkan lapisan yang sangat putih sehingga mereka harus menggambar garis nadi. Tidak hanya itu, mereka juga harus hati-hati untuk tidak tertawa agar lapisan tersebut tidak retak.
Rok dengan bentuk menggembung juga pernah sangat populer. Untuk mendapatkan efek ini, maka di bagian dalam rok akan dipasangi crinoline, semacam kurungan penyangga yang terbuat dari besi, baja, dan sejenisnya demi mendapatkan ilusi bentuk tubuh seperti jam pasir.
Semir sepatu dulu pernah mengandung zat kimia berbahaya nitrobenzen. Zat kimia ini bisa masuk ke tubuh melalui kulit dan meracuni pemakainya. Namun meskipun tahu efek berbahaya ini, ternyata masih banyak orang yang menggunakan semir sepatu dengan nitrobenzen. Bahkan setelah ada semir yang lebih aman.
Dulu, sinar X pernah digunakan sebagai teknik menghilangkan bulu. Cara ini efektif, tidak menimbulkan rasa sakit, murah, tapi juga mematikan. Efek buruk yang diakibatkan dari paparan sinar X ini antara lain kulit yang menebal, bersisik, muncul kerutan, luka, bahkan kanker yang baru muncul 21 tahun setelah terkena paparan.
Chopin adalah sepatu yang biasa digunakan oleh wanita Venesia, Italia pada abad ke-16. Sepatu ini begitu digemari karena menunjukkan kekayaan dan kelas sosial mereka. Sepatu model ini juga digunakan di China pada tahun 1600an sebagai ganti teknik mengikat kaki.
Pada era Victoria, Carl Wilhelm Scheele menciptakan cat berwarna hijau yang segera menjadi favorit masyarakat. Orang-orang menggunakannya di pakaian, wallpaper, serta lukisan. Hanya saja cat ini dibuat dari campuran tembaga dan arsenik yang beracun, berbahaya dan mematikan karena arsenik bisa masuk melalui kulit mereka yang mengenakan pakaian dengan cat ini.
TBC pernah muncul dan menjadi epidemi pada abad ke-19 dan 20 di Eropa karena buruknya sanitasi. Gejala yang muncul adalah berat badan yang turun drastis, batuk berdarah kemudian berujung pada kematian. Tapi, banyak orang percaya bahwa mati karena TBC adalah hal yang keren dan fashionable.
Pengenalan gula ke Eropa meningkatkan masalah kerusakan gigi pada masyarakat terutama bangsawan. Bahkan Ratu Elizabeth I menderita kerusakan gigi sehingga giginya berwarna hitam dan beberapa diantaranya harus diambil. Ia harus meletakkan kain di mulutnya agar pipinya tidak kempong.
Fontange adalah gaya rambut wanita yang ditata tinggi dan pertama kali muncul pada tahun 1680an di Perancis. Beberapa wanita menggunakan fontange yang begitu tinggi sehingga mereka kesulitan berdiri tegak dan terkadang harus dibantu seorang pembantu yang membawa tongkat untuk menyangga rambutnya. Tidak cuma itu saja, mereka juga menambahkan putih telur selama beberapa minggu agar tetap kaku berdiri. Akibatnya rambut mereka bau busuk dan seringkali banyak perfum digunakan untuk menyamarkan bau tersebut.
Sisir Celluloid digunakan wanita kelas bawah pada tahun 1870an hingga 1920an untuk meniru mahkota yang digunakan wanita kelas atas. Sisir ini dibuat dari bentuk awal plastik yang disebut celluloid yang ringan, lebih, murah, tapi sekaligus lebih mematikan dari mahkota yang ingin mereka tiru.
Keinginan untuk bisa tampil cantik dan fashionable itu sebenarnya adalah hal yang lumrah. Tapi, mengorbankan diri hanya demi mendapatkan pengakuan bahwa kita itu fashionable, keren, atau cantik tentu tidak sepadan. Akan lebih baik jika kita mensyukuri apa yang kita miliki dan tidak perlu terlalu gila-gilaan dalam mengikuti trend. Apalagi trend yang akhirnya hanya mencelakai diri sendiri.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…