Bis di Bangladesh [Image Source]
Kebanyakan orang tentu sudah pernah menggunakan transportasi umum dalam hidupnya. Di Indonesia, beberapa orang lebih memilih menggunakan alat transportasi sendiri seperti mobil atau motor karena mengeluhkan kondisi transportasi yang ada.
Beberapa alasan yang dikemukakan antara lain karena lama ngetem, panas, berdesakan, dan masih banyak lagi. Tapi sebenarnya, ada yang jauh leih miris lagi, lho. Berikut ini beberapa diantaranya.
Bajaj India terliat seperti alat transportasi yang cukup memadai untuk perjalanan jarak dekat. Ukurannya yang kecil memungkinkan kendaraan tersebut untuk memasuki celah-celah kecil saat terjadi macet atau harus melewati jalanan yang padat.
Bahkan setidaknya 13 orang meninggal setiap jam di jalanan Delhi yang sibuk. Belum lagi dengan kereta api yang tetap saja terisi penuh sesak hingga bergelantungan di luar kereta. Tentu saja ini hal yang sangat membahayakan.
Melakukan perjalanan di Guatemala dengan naik bis akan memberikan kesan yang tidak terlupakan. Tapi bukan kesan yang baik, tapi lebih berupa kesn mengerikan dan mungkin lebih baik lagi kalau bisa dihindari. Penyerangan terhadap bis dan motor adalah masalah yang sering muncul di jalanan.
Di Bolivia terdapat sebuah kendaraan lokal yang disebut dengan micros. Micros berbentuk bis kecil yang mampu menampung hingga 24 penumpang. Hanya saja, terkadang sopir akan membawa lebih dari kapasitas yang seharusnya dan penumpang dipaksa masuk berhimpitan seperti sarden.
Bangladesh juga memiliki sistem transportasi yang bisa dibilang miris. Pasalnya, bis kota yang ada di negara tersebut memiliki kondisi yang sungguh memprihatinkan dan jauh di bawah kelayakan. Badan bis sudah sangat rusak dan hanya ditambal dengan dempul. Belum lagi cara menyetirnya yang jauh dari kata aman.
Beberapa penumpang transportasi umum di Indonesia terkadang mengeluhkan kondisi angkot, bis atau kereta api yang kotor, sesak, dan terkadang bercampur berbagai macam aroma tidak sedap. Tapi setidaknya, hal tersebut tidak separah dengan apa yang ada di Tiongkok.
Lantai kereta penuh dengan sampah dan terkadang juga becek dan berlumpur. Wastafel yang seharusnya bersih malah penuh air dan puntung rokok. Kursi-kursi dan seprei di kereta malam juga begitu kotor dan terkadang terlihat jelas ada bercak noda. Belum lagi dengan toilet yang terkadang malah tidak disiram atau bahkan ada juga orang yang seenaknya buang air di dalam kereta. Hal ini karena masyarakat terkadang tidak peduli dengan apapun, termasuk kebersihan.
Transportasi umum di Indonesia mungkin memang terlihat kotor dan tidak terawat. Selain itu supir yang ugal-ugalan membuat naik angkutan umum menjadi pengalaman yang mengerikan. Tapi itu belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang ada di beberapa negara yang telah disebutkan tadi. Meski begitu, sudah saatnya Indonesia juga perlu memperbaiki sistem transportasi agar masyarakat bisa berkendara dengan nyaman dan aman.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…