Peran jasa klenik di Indonesia nampaknya semakin lama semakin berkurang karena masyarakat lebih percaya dengan modernitas yang ada di sekitar mereka dibanding jampi-jampi sang dukun. Namun, ternyata masih ada penduduk di daerah tertentu yang masih sangat bergantung pada dukun, salah satunya adalah masyarakat Belitung.
Tujuannya untuk mencari keselamatan kampung
Tradisi Marastaun salah satu tujuannya untuk mencari keselamatan kampung mereka. Acara dimulai dengan berkumpulnya semua warga di rumah seorang tokoh yang dihormati seluruh kampung atau dukun untuk kemudian berdoa bersama-sama. Sampai saat ini ritual Maras Taun dianggap sangat sakral bagi masyarakat Belitung.
Prosesi pembacaan doa dari sang dukun
Tradisi akan dimulai dengan sambutan dari dukun yang merupakan tokoh adat penting kampung sebelum dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin beliau. Saat doa dipanjatkan, seluruh peserta secara khusyuk mengikuti rangkaian demi rangkaian doa dan juga permohonan kepada Tuhan. Selepas dilantunkannya doa tersebut, akan ada acara makan bersama sebagai bentuk berakhirnya ritual.

Akan ada oleh-oleh untuk dibawa pulang
Setelah semua ritual ini selesai, masyarakat tidak akan dibiarkan pulang dengan tangan hampa karena hal lain yang membuat adat ini unik adalah adanya oleh-oleh dari sang dukun. Souvenir itu berupa bedak tepung yang sebelumnya sudah diberikan bacaan-bacaan oleh dukun.
Itulah Bangka Belitung yang ternyata masih sarat akan kepercayaan terhadap seorang tokoh kampung atau dukun. Hal semacam ini mungkin juga masih banyak kita temukan di daerah-daerah lain di Indonesia ya. Tradisi Maras Taun sendiri juga sudah mengalami pembaruan dari generasi ke generasi seiring perubahan sosial yang terjadi.