in

Balita Ditendang Ibunya dan Disuruh Gaya Ala Model, Begini Bahayanya Toxic Parents

Setiap anak yang lahir tentu punya mimpi sendiri kelak mereka akan dan mau menjadi seperti apa. Tetapi, kadang ada tuh orangtua yang mengatur semua aspek kehidupan anaknya dengan dalih ingin mereka berhasil dan hidup enak kelak di masa depan. Perilaku yang seperti ini memang di satu sisi membantu si anak, namun di sisi lain anak akan menjadi tertekan.

Saat anak menolak kemauan orangtuanya, tak jarang mereka mendapat perlakuan tak mengenakkan hingga siksaan pada fisik. Nah, kalau sudah begini namanya bukan lagi sayang ya, tetapi sudah masuk perilaku toxic dan merugikan. Sahabat Boombastis semua harus tau betapa berbahayanya orangtua yang berperilaku seperti ini.

Tindakan yang dikategorikan sebagai toxic

Apakah kalian sudah melihat video seorang gadis kecil yang ditendang oleh ibunya karena si anak tidak mau bergaya saat pemotretan? Ya, anak tersebut diketahui bernama Niu Niu dan masih berumur 3 tahun. Niu sendiri adalah mesin uang untuk ibunya. Ia merupakan model pakaian anak, yang dalam satu hari bisa menghasilkan uang RMB $ 5.000 – $ 10.000 (10jt – 30jt).

https://www.instagram.com/p/BwJrmxmgM4W/

Video yang viral memperlihatkan ibunya menendang Niu saat ia meletakkan tas yang seharusnya ditenteng di depan kamera. Tindakan ini, atas dasar apapun dikategorikan sebagai abusive (kekerasan) fisik. Orangtua yang melakukannya termasuk toxic parents yang bisa mendatangkan dampak buruk terhadap masa depan anaknya, loh.

Toxic juga bisa berupa permintaan yang membuat anak terbebani

Tidak hanya sebatas kekerasan fisik, toxic parents juga bisa berupa tuntutan kepada anak agar ia melakukan segala macam hal yang diinginkan oleh orangtuanya. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, orangtua yang menginginkan segala hal berjalan sesuai kehendaknya bisa dikategorikan sebagai toxic.

Toxic parents [Sumber gambar]
Misalnya, ikut menentukan bahkan memaksa di mana anak-anaknya harus sekolah, menargetkan prestasi tertentu yang harus didapat, terus membandingkan dengan anak yang lain atau anak tetangga, dll. Siapa yang tahan dengan orangtua yang seperti ini? Ya, meskipun alasan mereka sebagai motivasi atau kebaikan masa depan si anak.

Perilaku orangtua sangat berpengaruh pada perkembangan fisik anak

Melansir Hipwee.com dari Research Gate, 25% korban orang tua yang abusive seperti yang dilakukan oleh ibu Niu Niu berisiko mengalami komplikasi serius seperti patah tulang hingga luka yang menetap.Bahkan  5% korban berisiko mengalami kematian.

Anak korban orangtua [Sumber gambar]

Risiko jangka panjangnya, perbuatan orangtua yang suka melakukan kekerasan fisik ke anak bisa berpotensi menghambat proses pertumbuhannya. Meskipun tidak begitu signifikan, menurut Oates dkk dalam jurnalnya, tetap saja anak tidak tumbuh dengan normal. Jadi, yuk mulai sekarang sayangi si kecil dengan sepenuh hati!

Dan yang paling penting adalah, perilaku orangtua berpengaruh pada perkembangan mental anak

Nah, poin terakhir ini nih wajib diketahui oleh semua orangtua. Anak yang menjadi korban toxic atau  abusive parents akan mengalami pertumbuhan mental yang berbeda dari anak lain. Mereka lebih kurang percaya diri, fobia, trauma, serta tumbuh menjadi orang yang mencari kepuasan serta kasih sayang di luar lingkungan keluarga.

Anak akan terganggu secara mental [Sumber gambar]
Tak heran jika anak-anak yang dulunya sering mengalami kekerasan mental akan lebih tega, serta kadang terkesan tidak berperasaan. Mereka juga memberontak saat sudah bisa lepas atau jauh dari orangtuanya. Anak yang seperti ini bukan saja nakal karena pengaruh teman, tapi pola asuh yang salah sedari kecil.

BACA JUGA: 5 Potret Kelam Kekerasan Pada Anak di Indonesia

Oleh karena itu, cara orangtua memperlakukan anak-anaknya bisa menentukan kelak seperti apa mereka ketika dewasa. Dia yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang, perhatian, sesekali diberi pujian dan penghargaan juga bisa melakukan hal yang sama kepada orang lain. berbeda dengan korban toxic, di mana setelah dewasa anak akan tumbuh menjadi pribadi pemberontak yang mencari kasih sayang yang tak pernah mereka dapat selama ini.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

White Hat, Hacker Baik yang Kaya Raya Berkat Ribuan Dollar dari Hasil Bug Bounty

Tak Hanya Muzdalifah, 7 Artis Cantik Ini Juga Nikahi Berondong