Yerusalem sudah dikenal sebagai kota suci dari tiga agama besar. Hal itu bukan sesuatu yang aneh mengingat adanya banyak situs bersejarah di sana seperti Masjid Al Aqsa, Tembok Ratapan dan Makam Yesus. Namun sejak terjadi konflik di sana, Yerusalem seolah jadi tempat yang sama sekali hilang kedamaiannya. Jangan kerukunan umat beragama, hidup saja cukup susah di sana.
Meskipun yang terjadi seperti itu, namun pada kenyataannya kerukunan antar umat beragama masih cukup terjaga. Salah satu buktinya adalah fakta kalau umat Islam dan Kristen di sana saling bantu sama lain untuk. Tentu hal ini seolah mematahkan cerita tentang hal-hal buruk yang terjadi di kota suci tersebut. Lalu seperti apa potret kerukunan beragama di sana? Simak ulasannya berikut.
Pemegang kunci makam Yesus adalah keluarga muslim
Bagi para penganut agama Kristen pasti sangat ingin pergi ke Yerusalem. Ya selain banyak berdiri tempat suci tiga agama samawi, di sana juga terdapat gereja makam Yesus Kristus. Jadi bukanlah hal yang aneh jika Yerusalem menjadi tempat yang disakralkan oleh umat Kristen.
Raja Abdullah merenovasi makan Yesus dengan uang pribadi
Tepatnya pada 2016, Raja Abdullah II selaku pemimpin di Yordania merencanakan untuk melakukan renovasi pada makam Yesus di Yerusalem. Rencana tersebut disambut hangat oleh para pengurus serta pendeta yang ada di Holy Sepulchre.
Gereja beramai-ramai kumandangkan adzan di Yerusalem
Satu hal lagi yang membuat haru, gereja-gereja yang ada di Yerusalem serentak mengumandangkan adzan pada tahun 2016. Itu semua dilakukan karena upaya protes terhadap larangan adzan yang dilakukan oleh tentara Israel pada Palestina.
Masyarakat muslim juga ikut bantu renovasi gereja
Ternyata dalam pembugaran gereja yang ada di Yerusalem, masyarakat muslim Palestina juga ikut andil. Beberapa orang yang beragama Islam saling bergotong royong dalam kerja bakti di gereja suci tersebut. Toleransi antara Islam dan Kristen di Yerusalem ini memang sudah tidak perlu diragukan lagi.
Perilaku kedua umat beragama di Yerusalem itu seharusnya sedikit menyentil kita. Meskipun mereka berbeda keyakinan bukan berarti harus bermusuhan. Toleransi dan solidaritas yang ada di Yerusalem itu seharusnya dapat kita contoh. Sehingga Indonesia tetap kuat dan tidak terpecah belah.