in

7 Hal Ini Akan Terjadi Seandainya Toko Konvensional Banyak yang Gulung Tikar

Berita yang mengejutkan datang dari beberapa perusahaan ritel di seluruh dunia, utamanya Indonesia. Bagi boombers yang belum tahu, perusahaan ritel adalah mereka yang menjualkan produknya langsung ke konsumen atau bisa dibilang toko konvensional.

Beberapa waktu lalu sempat terdengar bahwa gerai Ramayana dan Matahari tutup kan? Nah, mereka adalah contoh dari perusahaan ritel. Ternyata, bukan hanya gerai Ramayana dan Matahari saja loh yang tiba-tiba gulung tikar. Supermarket seperti 7-Eleven, Lotus, dan juga toko CD Disc Tarra mengalami hal yang sama. Jika toko konvensional dibumihanguskan, kira-kira apa ya yang bakal terjadi?

1. Menjamurnya Online Shop

 

Online Shop [image source]
Hal pertama yang dapat dipastikan terjadi ketika banyak toko ritel tutup adalah jumlah online shop yang meningkat pesat. Hal tersebut dikarenakan banyak konsumen yang tidak memiliki tempat lagi untuk berbelanja selain di online shop. Selain itu, melihat penggemar online shop yang semakin banyak di Indonesia bakal menguntungkan pihak tersebut. Dewasa ini memang banyak orang lebih suka berbelanja online daripada membeli langsung di toko, selain memang mudah juga banyak promo yang diberikan pihak online shop.

2. Banyak Konsumen yang Tertipu

Ilustrasi Tertipu Online Shop [image source]
Tertipu merupakan sebuah hal dasar jika berbelanja di online shop. karena kita tidak bisa melihat barang serta penjualnya secara langsung. Bukan hanya tertipu oleh para penjual yang lari setelah kita transfer sejumlah uang, tapi juga kadang barang yang tidak cocok, ukuran yang salah, maupun tertukar. Memang sudah resiko jika kita tidak membeli barang tersebut secara langsung. Namun masyarakat kita belum siap dengan segala resiko tersebut tapi sudah memberanikan diri untuk menjadi pelanggan setia di online shop.

3. Berkurangnya Interaksi Sosial dan Obesitas

Hangout ke Mall [image source]
Meski banyak online shop yang memiliki fitur chatting serta foto penjual, hal tersebut tidak bisa menjamin kita sebagai makhluk sosial untuk terus mengasah kemampuan bersosialisasi. Merupakan sebuah hal pokok bagi manusia untuk selalu meningkatkan interaksi sosialnya. Menjamurnya online shop akan berdampak kita akan terus menerus diam di rumah sambil melihat layar smartphone setiap hari untuk berbelanja. Tidak ada yang namanya ke mall, janjian dengan orang-orang terdekat untuk shopping bareng lagi. Paling tidak jalan-jalan ke mall hanya untuk sekedar makan dan menyebabkan obesitas jika tak diiringi dengan olahraga yang cukup.

4. Banyak Maskapai Berlomba-lomba Beri Promo ke Luar Negeri

Sering ke Luar Negeri [image source]
Toko ritel yang tutup di Indonesia memang kebanyakan bukan milik negeri sendiri. Seperti 7-Eleven yang merupakan supermarket asli Thailand. Melihat fenomena tersebut, sebagian besar orang akan mencari barang dari toko ritel yang sudah tutup itu hingga ke negeri asalnya. Alhasil, permintaan untuk pergi ke luar negeri meningkat. Hal ini menyebabkan banyak maskapai berlomba-lomba memberi promo ke luar negeri agar meraup keuntungan yang besar pula. Entah hal ini merupakan sesuatu yang positif karena tiket yang semakin murah, atau malah negatif karena perilaku konsumtif orang Indonesia meningkat pesat.

5. Budaya Asli yang Tergerus

Orang Jawa [image source]
Tak jarang orang Indonesia yang memang doyan ke luar negeri. Bahkan sebagian dari mereka memiliki agenda liburan untuk menjajal berbagai Negara. Hal tersebut tentunya membuat perilaku orang menjadi berubah. Misalnya orang Jawa yang ramah akan tergerus kebiasannya jika kebanyakan bertandang ke Amerika, yang notabene orangnya cuek jika tidak memiliki urusan dengan orang lain. Hal tersebut pun akan terbawa ke Indonesia dan sangat bisa dipastikan menular kepada orang-orang di sekitar mereka. Kita sendiri tahu bahwa sebuah kebiasaan itu seperti virus yang gampang menyebar dan menular bagi siapa saja yang berada di dekatnya.

6. Pengangguran yang Bertambah

Pengangguran [image source]
Kita tahu bahwa satu toko ritel bisa memiliki karyawan hingga ratusan. Mulai dari kurir hingga penjaga di toko (SPG). Jika salah satu cabang toko saja tutup, bayangkan berapa orang yang akan kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran? Tak masalah jika karyawan yang dipecat paksa itu getol mencari pekerjaan yang lain, untuk sebagian lainnya? Belum tentu dengan mudah mereka mendapat pekerjaan yang sama mengingat susahnya mencari pekerjaan pada era ini. Belum lagi mereka yang membentuk aliansi untuk berdemo, bakal makin runyam jadinya.

7. Impor Naik, Pendapatan Indonesia Menurun

Impor Naik [image source]
Hal ini sangat berhubungan dengan kebiasaan orang Indonesia berlibur di luar negeri. Bagi sebagian dari mereka yang malas atau bahkan tidak sempat bertandang ke luar negeri karena kesibukannya akan memilih belanja online dari sana, alias impor akan naik. Permintaan barang luar negeri yang banyak akan merugikan bagi Indonesia karena semakin naik jumlah impor ke dalam negeri, semakin turun pula pendapatan negeri sendiri.

Nah, boombers itulah kira-kira yang akan terjadi jika toko ritel akan gulung tikar dalam waktu dekat. Positifnya memang produk dalam negeri akan semakin meningkat mengingat banyak toko ritel dari luar negeri yang akan ditutup. Namun, melihat bagaimana orang Indonesia zaman now yang sudah keranjingan produk luar negeri, tampaknya mereka akan tetap mengonsumsinya bahkan jika harus bertandang sendiri ke tempat asalnya. Kalau menurut boombers sekalian apa yang akan terjadi jika banyak toko ritel yang ditutup?

Written by Harsadakara

English Literature Graduate. A part time writer and full time cancerian dreamer who love to read. Joining Boombastis.com in August 2017. I cook words of socio-culture, people, and entertainment world for making a delicious writing, not only serving but worth reading. Mind to share your thoughts with a cup of asian dolce latte?

Leave a Reply

Seperti Ini Edannya Beberapa Negara Saat Menghukum Koruptor dalam Sebuah Instansi

Inilah 5 Produk yang Dipakai Para Pesohor Olahraga Ternyata “Made In Indonesia”