Bagi pencinta bola dimanapun berada, nama Rivaldo pastinya bukan sosok yang asing di telinga. Penyerang Brasil yang sudah memenangi banyak gelar Timnas atau klub itu, aksi memang selalu terngiang di kepala penyuka sepak bola. Namun berbeda, apabila kita membahas nama Rivaldo dari timur Indonesia pastinya menjadi pesepakbola yang masih sangat awam terdengar. Kondisi ini bisa berbalik asalkan pemuda 19 tahun itu terus bisa tampil konsisten di Timnas.
Ya, betul Todd Rivaldo Ferre merupakan punggawa Tim Garuda Muda yang kini tengah berjuang merebut trofi Piala AFF U1-19. Permainan mungkin masih belum sempurna, namun sebagai darah Papua ia memiliki potensi yang luar biasa. Bahkan hadirnya kini sedikit membuat ketidakhadiran Egy Maulana Vikri bukan sebuah masalah besar. Bermain di genladang serang atau sayap aksinya beberapa kali sempat membuat kocar-kacir pertahanan lawan. Seperti yang ditunjukkan saat berjumpa Laos dan Filipina.
Kegemilangan Todd Rivaldo dimulai tahun 2017 yang lalu ketika ia berhasil membawa Persipura menjadi juara Liga1 U-19. Dan di saat kompetisi tersebut ia juga dianugerahi sebagai pemain terbaik ajang tersebut. Prestasi tersebutlah akhirnya membuatnya bisa naik level ke Tim Mutiara Hitam Senior. Pemain 19 tahun ini diorbitkan oleh Peter Butler yang ketika itu jadi juru taktik Persipura. Selama berlaga di kompetisi teratas Indonesia ia sudah catatkan dua gol dan satu assist.
https://www.youtube.com/watch?v=BONW5Lm3znA
Gol pertama Todd Rivaldo di Liga1 dicatatkan saat Persipura bertemu Arema Malang. Bermain sebagai pengganti ia mampu tunjukkan performa yang lumayan bagus. Dengan sesekali memberikan ancaman untuk kesebelasan kebanggaan warga Malang tersebut. Puncaknya adalah satu golnya melalui aksi individu yang memperkecil kekalahan menjadi 3-1. Dalam laga-laga di Liga 1, penampilan paling bagus pemain nomor 24 di Timnas ini adalah ketika berhadapan dengan Madura United. Di pertandingan tersebut ia ciptakan satu gol tendangan jarak jauh dan satu umpan cantik.
Sebagai seorang pemain muda Todd Rivaldo merupakan bakat besar untuk Indonesia kelak. Kedanti jalanya masih panjang untuk jadi hebat, namun untuk sementara ia berhasil membuat ketidakhadiran Egy Maulan Vikri tidak begitu berasa. Besar harapan apabila ia ke depan menjadi penerus jejak Boaz mutiara Papua.