tipe pembaca di indonesia_FI
Perkembangan teknologi internet yang pesat turut memengaruhi habit atau kebiasaan banyak orang. Salah satu adalah membaca. Dulu mungkin konsumsi primer berita hanya dari koran atau majalah. Namun, kini semua orang lebih suka menyimak berita-berita terbaru dari gadget atau pun perangkat elektronik lain.
Nah, kebiasaan membaca ini pun juga memunculkan dampak para pembaca yang lebih aktif. Apalagi hampir semua situs memang sengaja menaruh kolom komentar agar mengetahui respon pembaca akan artikel yang diulas. Dari sini, kamu bisa mengetahui fakta menarik. Ternyata para pembaca Indonesia itu unik dan terbagi atas berbagai tipe.
Setidaknya ada 6 tipe pembaca yang bisa dilihat dari tulisan komentar mereka. Berikut ulasannya.
Di antara 10 orang, hanya ada 1-2 pembaca dengan tipe seperti ini. Artinya cukup jarang sekali menemukan mereka. Ya, seperti julukannya, mereka tidak hanya membaca artikel seseorang saja tapi juga memberikan tanggapan yang positif. Terlepas dari bagaimana kualitas tulisan tersebut.
Pembaca tipe ini juga biasanya baik hati dengan tidak pernah memberikan komentar buruk atau bernada negatif. Kecuali artikel tersebut terlihat provokatif atau menjelek-jelekkan sesuatu, baru mereka akan memberikan kata-kata pedas. Itu pun kadang juga bukan yang akan menyinggung banyak orang.
Netizen dengan tipe seperti ini cukup marak. Mereka juga merupakan faktor penting yang membuat sebuah artikel itu baik atau buruk reputasinya. Baiknya adalah ketika mereka menuliskan komentar berupa penjelasan yang isinya makin menguatkan artikel tersebut. Namun, bisa berlaku sebaliknya ketika penjelasan mereka yang bertentangan isi artikel, apalagi sampai pembaca lain ikut terpengaruh. Pembaca bertipe analitis ini biasanya muncul di topik bahasan kelas berat. Mulai dari sains, teknik, hingga sejarah.
Jika kamu adalah seorang penulis, pembaca seperti ini adalah emas. Mereka secara tidak langsung akan memberikan masukan-masukan walaupun bahasanya kadang agak menyakitkan. Tak perlu sakit hati, justru ini bisa kamu jadikan bekal biar tulisan-tulisan berikutnya tambah greget.
Jika dibandingkan dengan yang lainnya, pembaca tipe biasa-biasa saja adalah yang paling jujur. Mereka hanya akan berkomentar ketika menyukai artikel, tapi tidak jika dirasa kurang menarik. Mereka tidak suka tampil alias show up seperti para pembaca lain. Tipe biasa-biasa saja ini sudah cukup puas hanya dengan membaca saja.
Mereka ada tapi tidak ada, begitulah gampangnya. Para pembaca bisu tidak akan pernah berkomentar apa pun dalam sebuah artikel. Sama seperti namanya, mereka sudah sangat puas hanya dengan membaca. Para silent reader beranggapan kalau beberapa komentar yang muncul sudah mewakili, sehingga tidak perlu melakukan hal tersebut. Tipe ini juga jadi mayoritas pembaca Indonesia.
Para silent reader ini juga sulit ditebak. Kadang mereka akan memberikan komentar dan jadi tipe pembaca yang lain begitu topik yang diulas sangat menarik minatnya. Ini juga jadi tantangan tersendiri nih. Akan sangat menyenangkan rasanya jika para silent reader yang terkenal dengan kebisuannya sampai akhirnya berkomentar di artikel yang kita buat.
Tipe ini yang bikin para penulis darah tinggi. Ya, seperti julukannya, mereka tak peduli seberapa bagus kontennya, jika tak sesuai dengan apa yang mereka ketahui atau yakini, para tipe penghujat akan dengan mudahnya menuliskan komentar nylekit. Mulai dari sindiran hingga hujatan langsung kepada si penulis.
Tipe penghujat ini biasanya hanya muncul di artikel yang happening atau temanya kontroversial. Tujuannya sendiri hanya untuk menunjukkan ketidaksukaan atau mungkin sekedar numpang tenar. Menghadapi tipe pembaca seperti ini lebih baik diam dan pastikan untuk menyediakan konten yang sulit didebat atau benar-benar menyajikan fakta dengan berdasar kepada bukti
Tipe ini sebenarnya lebih pas dipanggil haters. Tak peduli mau artikelnya berkualitas atau lebih-lebih tidak, para tipe anarkis akan melakuan serangan frontal. Mulai dari mencela sampai menggunakan kata-kata yang tidak pantas. Padahal belum tentu mereka bisa menulis konten sebagus yang sudah ada.
Lucunya, ketika para anarkis ini sudah kehabisan kata-kata mereka akan tiba-tiba menghilang. Atau memberikan kalimat penutup tidak bermutu, misalnya “Web ini ditutup saja bla bla bla”. Meskipun sengaja bikin kacau, tapi mereka lah yang membuat sebuah website jadi kebanjiran pengunjung. Entah untuk membaca artikel yang didebatkan atau hanya ingin ikut-ikutan berseteru dengan para haters ini.
Sudah jadi risiko kalau penulis akan dihadapkan dengan para pembaca yang sangat beragam ini. Diambil positifnya saja meskipun memang kesal gara-gara diprovokasi dan dihina oleh tipe anarkis atau penghujat. Nah, dari keenam tipe di atas manakah yang menunjukkan perilakumu ketika menanggapi sebuah artikel? Ya, jika tidak ada yang membalas pertanyaan ini di kolom komentar mungkin jawabannya sudah pasti silent reader.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…