Makin majunya teknologi dan industri kadang berimbas pada keadaan alam yang malah memburuk. Misalnya, lihat saja di sekitar kita, banyaknya kendara bermotor dan berbagai teknologi sebagai sarana membantu manusia malah jadi bumerang buat diri sendiri. Alhasil kini udara bersih di tanah air ini jadi hal yang lumayan langka, terutama di kota-kota besar.
Namun ternyata ada yang lebih parah ketimbang Indonesia. Ya tepatnya di Tiongkok, udara bersih jadi hal yang benar-benar mahal. Bahkan tak jarang dari penduduknya rela untuk mengeluarkan banyak kocek hanya buat bisa bernafas. Lalu seberapa parah kah keadaan di sana itu? Simak ulasan berikut.
Dibangunnya menara pembersih udara bukti Tiongkok darurat udara bersih
Beberapa waktu yang lalu dunia dikejutkan dengan inovasi baru asal Tiongkok berupa menara pembersih udara yang akhirnya rampung dibangun. Ya, bangunan yang satu ini telah menggunakan teknologi yang sangat mutakhir untuk membereskan masalah polusi di sana yang luar biasa. Diperkirakan, jangkauan dari pembersihan udara dari menara ini adalah sekitar 10 Kilometer.
Bencana polusi merajarela, hanya di Tiongkok udara bersih dijual jutaan rupiah
Mungkin bagi kita menghirup udara besar adalah hal yang biasa. Namun sayang kalau melihat keadaan di Tiongkok tentu akan lain jadinya. Bayangkan saja, hanya di sana udara bersih bisa diperjualbelikan layaknya makanan atau minuman. Dan tak tanggung-tanggung, harga pasarannya bisa mencapai jutaan rupiah.
Pabrik industri tumbuh subur, kabut asap jadi kejadian alam yang rutin terjadi
Kita mungkin sudah mengenal citra negara ini sebagai salah negara industri terbesar di dunia. Namun sayang di balik gemerlap itu, ada hal besar yang harus mereka bayarkan. Ya, lantaran industri yang terlampau banyak dan maju, alhasil udara bersih yang jadi taruhannya. Sejatinya pemerintah di sana sendiri tidak tinggal diam dengan keadaan yang terjadi.
Makin tahun tambah bertambah polusi, Tiongkok bisa masuk kategori tak layak huni
Sejatinya keadaan udara di Tiongkok sana menurut skala indeks negara AS, sudah masuk kategori di atas ambang batas. Di mana dalam pengukuran tahun 2013 saja, indeks di sana menunjukkan angka 755, padahal angka 500 saja sudah membuktikan kalau keadaan udara mirip dengan kebakaran hutan.
Ya mungkin memang benar industri di negara itu maju luar biasa, namun sayang harga mahal harus dibayarkan. Mungkin hal ini jadi pengingat buat kita sendiri, di masa bumi yang semakin tua ini, jangan sampai hasrat diri membuat kita mengorbankan alam. Toh tanpa adanya alam, kita tak akan hidup juga.