in

4 Alasan Mengapa Kita Sebaiknya Tidak Memberi Uang Kepada Pengemis

Saat ini banyak sekali orang yang tak percaya dengan belas kasihan pengemis. Pasalnya, banyak peminta-minta yang ternyata mempunyai harta melimpah dari si pemberinya. Contohnya Legiman, si pengemis kaya raya yang sedang viral di media sosial akhir-akhir ini. Bapak tua itu mengaku kepada polisi jika tabungan yang dimilikinya sekarang adalah sekitar Rp1 milyar. Wagelaseh~

Legiman sebenarnya tidak sendiri. Masih banyak yang bernasib sama dengannya dan bahkan berangkat mengemis menggunakan sepeda motor. Maka dari itu, Boombastis.com akan mengulas alasan mengapa sebaiknya kita tak perlu memberi uang pengemis. Simak kelanjutannya di bawah ini.

Kita tidak tahu si pengemis benar-benar membutuhkan atau pura-pura

Niat kita memang tulus ingin berbagi rezeki dengan sesama. Tapi kalau untuk ke pengemis, sepertinya salah sasaran. Sebab kita tak pernah tahu apakah mereka benar-benar membutuhkan uang atau pura-pura saja. Ya cara ini cukup jahat sih, tapi apa salahnya untuk melindungi diri.

Tidak tahu motif pengemis [Sumber Gambar]
Jadi, kalau ada pengemis yang meminta-minta lebih baik ditolak saja. Namun menolaknya dengan halus ya. Jangan sampai melukai hatinya karena kita tidak tahu kondisi sebenarnya dari si pengemis.

Si pengemis hanya jadi budak orang lain

Setiap pengemis memiliki banyak sekali latar belakang. Mulai dari benar-benar membutuhkan uang, ingin memperkaya diri dan juga karena disuruh orang lain. Nah, pada poin disuruh orang lain ini kita harus bisa membasminya. Ya dengan cara tidak memberikan mereka sepeserpun.

https://www.instagram.com/p/BtAdTDZnHTr/

Mungkin cara ini bisa menyengsarakan si pengemis tadi, tapi dengan metode tersebutlah kita secara tidak langsung dapat membasmi perbudakan tersebut. Si penyuruh akan berhenti dengan sendirinya jika mereka terus-terusan tidak mendapatkan pemasukan.

Si pengemis akan ketagihan untuk terus meminta

Pengemis memang identik dengan pemalas. Seperti yang kita lihat saat ini, semakin banyak orang memilih pengemis untuk jadi ladang bisnisnya.

Menjadikan pengemis malas [Sumber Gambar]

Dengan hanya meminta belas kasihan, mereka bisa mendapatkan rupiah tanpa perlu bersusah payah. Padahal tubuhnya kuat dan umurnya pun masih muda. Sehingga dengan gerakan anti memberi ke pengemis, kita bisa memotivasinya untuk mencari pekerjaan lain.

Menjalankan peraturan yang ada

Di Indonesia sudah ada peraturan bagi pengemis yang meminta-minta kepada orang lain. Aturannya tertuang Pasal 504 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Di poin 1 disebutkan “Barang siapa mengemis di muka umum, diancam karena melakukan pengemisan dengan pidana kurungan paling lama enam minggu.” Sedangkan di poin 2, Pengemisan yang dilakukan oleh tiga orang atau lebih, yang berumur di atas enam belas tahun, diancam dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan.

Menjalani aturan [Sumber Gambar]
Untuk di Jakarta, ada peraturan sendiri nih dan sanksinya tidak hanya bagi pengemis, tapi juga si pemberi. Tercatat di Perda Nomor 8 Tahun 2007 tepatnya di Pasal 61 tertulis ancaman pidana kurungan minimal 10 hari dan paling lama tiga bulan. Sedangkan untuk dendanya paling sedikit Rp100 ribu dan maksimal Rp20 juta. Ini berlaku bagi si pengemis dan orang yang memberi. Hayo, masih berani?

BACA JUGA : 6 Alasan Kenapa ‘Pekerjaaan’ Sebagai Pengemis Sekarang Jadi Nge-Trend

Niat kita yang tulus memang sering membuat buta keadaan. Di mana kita terkadang salah dalam memilih untuk membantu orang. Dari ulasan di atas, kita bisa ambil kesimpulan jika sebaiknya tidak memberi bantuan kepada pengemis. Kalau kita berniat ingin membantu, lebih baik ke lembaga resmi supaya tidak salah sasaran.

Written by Firdha

Firdha Rahma, dilahirkan di Kota Malang tanggal 5 Agustus 1994. Ia tergabung di Boombastis.com sejak bulan Desember 2017. Perempuan bermata sipit ini suka sekali warna merah dan hewan yang bernama kucing. Dia mempunyai hobi menonton film segala genre, menulis dan baca-baca artikel tentang teknologi ponsel yang terbaru.
Punya hobi menulis sejak SMK, tapi belum begitu aktif di dunia blog. Nah, karena kuliah ada sedikit waktu senggang jadi kegiatan menulis bisa diterapkan kembali ke dalam blog. Blognya berisi tentang travelling, kuliner dan review film.

Leave a Reply

Nekat Mendaki Gunung Anak Krakatau, Perilaku Sekelompok Bule Aussie Dikecam Netizen

Feni Rose Buka-bukaan Soal Vanessa Angel dan Para Muncikarinya