page
The Ray of Light adalah julukan yang diberikan wisatawan asing pada Goa Jomblang. Sebuah goa yang terletak di daerah Padukuhan Jetis Wetan. Tepatnya di Desa Parerejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul. Tempat ini merupakan salah satu goa dari rentangan goa-goa di kawasan karst Gunungkidul yang biasa dimanfaatkan untuk petualangan susur goa.
Keunikan tempat ini adalah bentuk goa yang vertikal dan di dasarnya terdapat hutan purba yang rapat. Cocok untuk anda yang menyukai petualangan dan tantangan. Kenapa? Karena tempat ini mengharuskan anda untuk mengalami perjalanan ekstrem menyusuri goa yang membuat adrenalin terpacu hebat.
Goa Jomblang merupakan keindahan alam yang terbentuk akibat proses geologi. Sebuah proses runtuhnya tanah beserta vegetasi yang ada di atasnya ke bagian dasar bumi.
Dari Terminal Bus Giwangan, Kota Jogja, anda bisa menaiki bus jurusan Jogja – Wonosari. Setelah sampai di Simpang Lima Wonosari, carilah angkutan umum dengan jurusan Wonosari-Semanu. Alternatif lain, anda bisa menaiki mobil travel menuju Semanu dari kota Jogja. Setibanya di Desa Semanu, anda sebaiknya menuju rumah Kepala Dukuh Jetis Wetan. Rumah ini memang tujuan sebagian besar wisatawan yang akan menuju Goa Jomblang. Di rumah ini, pengunjung berkesempatan singgah untuk mempersiapkan segala keperluan menuju goa. Termasuk menghubungi pemandu wisata Goa Jomblang untuk menemani perjalanan.
Sesampainya di lokasi, anda tidak langsung turun menyusuri goa. Melainkan istirahat sejenak sembari mendengar penjelasan dari para pemandu. Setelahnya, anda akan diminta memasang cover all, sepatu boot, headlamp, dan helm. Tidak ketinggalan perlengkapan untuk menuruni goa dengan tali tunggal seperti seat harness chest harness, ascender, auto descender footloop, jammer, carabiner, cowstail panjang, serta cowstail pendek.
Setelah semua perlengkapan siap terpasang, anda akan segera menuruni tali yang menggantung sepanjang 20 meter. Sensasinya seperti melayang di udara dengan jantung berdebar lebih cepat, cukup menegangkan. Namun hal ini akan sebanding dengan apa yang akan anda dapatkan saat sampai di dasar gua. Saat kaki menjejak tanah kembali, anda akan disuguhi pemandangan dasar gua yang amat memesona. Beragam jenis lumut, semak belukar, paku-pakuan, dan pohon-pohon besar berpadu menyajikan pemandangan hutan hijau yang subur. Dan hutan inilah yang disebut hutan purba, suatu pesona alami yang membuat anda melupakan ketegangan saat menuruni goa ini.
Tak berhenti di situ, pemandu akan mengajak kita melanjutkan perjalanan ke Goa Grubug yang masih satu paket dengan Jomblang. Dua goa ini dihubungkan oleh sebuah lorong yang panjangnya mencapai 300 meter. Di lorong, mata anda akan dipenuhi rupa-rupa ornament cantik serupa batu kristal, stalaktit, dan stalagmit yang tersebar di berbagai sudut.
Ternyata nggak perlu ke luar negeri untuk bisa menikmati wisata yang eksotis di dalam gua seperti ini. Nah, bagaimana Boombers? Sanggupkah menaklukkan The Ray of Light?
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…