Mungkin kita menganggap jika hidup seorang teroris sangatlah mudah. Cukup menjadi orang jahat, melakukan aksi teror berupa pengeboman atau penembakan. Namun sebenarnya terorisme tak ubahnya sebuah bisnis perusahaan. Mereka harus melakukan banyak hal seperti training, pekerja kontrak, hingga membuat iklan untuk perekrutan anggota.
Organisasi terorisme juga mencari untung besar agar kelompoknya tetap bisa hidup. Menggaji anggotanya yang juga memiliki keluarga. Jadi tak salah jika kita menganggap kelompok teroris adalah sebuah bisnis tapi dengan cara yang lebih ekstrem. Berikut penjelasannya untuk anda!
1. Branding Kelompok Teroris
Kita salah jika membayangkan kelompok teroris hanya mencari anggota lalu menyuruhnya berjuang. Bahkan merelakan nyawanya untuk kasus seperti bom bunuh diri. Apakah mungkin dengan perekrutan biasa mereka mau melakukannya? Jawabannya adalah tidak. Kelompok ini juga melakukan branding kepada organisasinya meski agak terselubung.
2. Merekrut Anggota Menggunakan Form Pendaftaran
Jangan membayangkan jika seseorang ingin bergabung dengan Al-Qaeda maka mereka akan dites kemampuan menembak. Atau dites seberapa jahat dan kejinya mereka. Saat penyerbuan Osama bin Laden tahun 2011 silam, pihak militer Amerika menemukan sebuah form untuk join grup ini. Bahkan ada juga CV yang dikirimkan anggota.
3. Kemampuan Mencari Investor
Bagi beberapa perusahaan, investor adalah sesuatu yang sangat penting. Uang merekalah yang nantinya diputar dan menghasilkan untung. Tanpa investor sebuah perusahaan, terutama start-up tidak akan berjalan dengan baik. Kelompok terorisme juga melakukan hal yang sama. Mereka ingin mencari investor atau dalam hal ini donor untuk kepentingan operasional mereka.
4. Melakukan Training Kepada Anggota Baru
Training adalah hal yang sangat penting dari perekrutan anggota baru. Perusahaan mana pun akan melakukannya agar anggota baru bisa bekerja dengan baik. Menyesuaikan dengan ritme kerja serta lingkungan. Kelompok terorisme juga melakukan hal yang sama. Biasanya mereka akan merekrut anggota semudah mungkin. Anak-anak jauh lebih baik.
5. Ada Hari Libur dan Bonus
Tak hanya perusahaan asli yang memberikan libur atau bahkan cuti kepada pegawainya. Kelompok teroris juga melakukannya. Mereka akan memberikan libur dalam jangka waktu tertentu. Alasannya adalah agar mereka mendapatkan kebahagiaan. Tidak bosan dengan pekerjaan dan mampu bekerja dengan penuh saat dibutuhkan.
6. Hadir di Social Media Untuk Berinteraksi
Salah satu komponen paling penting dari sebuah perusahaan adalah interaksi dengan masyarakat luas. Dalam hal ini perusahaan membuat sebuah akun sosial yang nantinya digunakan untuk menjaring komentar publik. Kelompok teroris seperti ISIS juga melakukannya. Mereka menggunakan media sosial seperti Twitter untuk keperluan sosialisasi.
7. Melakukan Promosi Agar Organisasi Jadi Besar
Promosi adalah sesuatu yang penting bagi setiap perusahaan. Dengan promosi mereka akan mampu menjual sesuatu yang mereka buat. Entah itu berupa barang atau pun jasa. Tanpa promosi maka perusahaan akan sulit berkembang dengan baik. Bahkan bisa jadi bangkrut sebelum mendapatkan untung.
Organisasi teroris juga melakukan sebuah promosi. Biasanya mereka akan membuat sebuah video untuk perekrutan dengan diberi visi dan misi. Salah satu video yang dibuat ISIS untuk promosi organisasinya biasa anda saksikan di atas. Mereka melakukan apa saja yang dianggap perlu hingga menyerupai sebuah perusahaan.
Nah, melihat tujuh poin di atas kita semua akan paham jika organisasi teror juga punya sistem. Mereka tak hanya main tembak atau bom. Segalanya diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan visi, misi, dan mendatangkan keuntungan yang entah itu apa.