Kemajuan di bidang keantariksaan memang membawa manfaat besar. Berkatnya, kita jadi tahu kalau ada banyak planet yang bisa dihuni selain Bumi, serta kemungkinan adanya kehidupan beradab selain manusia yang sedikit banyak mulai terkuak. Sayangnya, pengetahuan ini tidak melulu memberikan informasi yang menyenangkan, tapi juga sebaliknya. Salah satunya adalah fakta kalau sistem perbintangan ternyata bisa hancur, termasuk salah satunya adalah tata surya kita.
Creation after distruction, begitu menurut para peneliti tentang konsep hancur dan lahirnya sebuah sistem perbintangan. Tata surya sebagai salah satunya, juga akan melewati fase ini. Dan ketika hal tersebut terjadi, maka kita dan seluruh kehidupan di muka Bumi, akan menemui akhirnya. Mungkin inilah yang dinamakan dengan kiamat itu.
Kehancuran tata surya sendiri dipicu oleh banyak hal sebenarnya. Namun, semua ujungnya adalah sama yakni kehancuran. Berikut kejadian-kejadian pemicu kehancuran tata surya yang sudah dipastikan oleh para ilmuwan.
Menurut para ahli, galaksi juga melakukan pergerakan, tak cuma planet-planet atau benda-benda langit lainnya. Tujuan bergeraknya galaksi ini dipastikan sebagai bagian dari proses lahirnya galaksi baru. Caranya, galaksi akan bergerak mendekati galaksi tetangganya, lalu kemudian tercipta tabrakan besar dan akhirnya lahirlah bayi galaksi. Nah, kabar buruknya, Bima Sakti juga demikian.
Para peneliti bolak balik mensimulasikan jalannya tata surya hingga beberapa masa ke depan. Lalu mereka menemukan fakta jika sangat mungkin bagi tata surya kita untuk bertemu dengan obyek angkasa yang bernama Killer Cloud atau awan angkasa.
Di tahun 1859, seorang astronomer bernama Richard Carrington berhasil mendokumentasikan badai matahari paling gila sepanjang sejarah. Kala itu, sistem telegram rusak parah gara-gara kejadian ini. Peneliti masa sekarang pun melakukan serangkaian kajian dan menyatakan jika badai yang dinamai Carrington ini, kemungkinan besar akan terjadi lagi.
Tak jauh dari tata surya kita, terdapat sebuah sistem bintang yang dihuni oleh dua bintang. Salah satu dari bintang ini punya kebiasaan kanibal alias mengonsumsi bintang tetangganya. Berita buruknya, salah satu bintang ini kemungkinan bisa meledak karena konsumsi hidrogen yang berlebihan itu. Dan radiasi ledaknya konon sanggup mencapai sistem tata surya kita.
Diketahui sejak lama jika path alias jalannya planet itu bergeser sedikit demi sedikit alias tidak tetap atau stabil. Makin lama, jarak melencengnya makin lebar. Hingga pada akhirnya akan mengganggu jalur planet yang lain.
Inilah skenario-skenario terburuk hancurnya tata surya kita. Sangat mengerikan memang, dan ini semuanya adalah nyata. Untungnya, lima kejadian ini masih akan sangat lama terwujudnya. Jika masih ada kehidupan ketika itu terjadi, maka mereka akan jadi saksi fenomena paling mematikan yang pernah ada.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…