in

Cerita Perawat yang Menangani Pasien Bersusuk, Terekam Rontgen Hingga Tubuh Melemah

Perawatan tubuh dan wajah sekarang sudah sangat banyak dan beragam. Ya, kalau kamu bertanya kepada mbak-mbak yang kulit wajahnya terlihat kinclong, pasti enggak jauh-jauh jawabannya dari hasil skincare dengan  memakan biaya yang tentunya tak sedikit. Atau mungkin ada cerita ibu-ibu lima puluh tahunan tetapi masih awet muda karenarajin nge-gym dan rutin olahraga. Atau mungkin juga mereka yang mengambil jalan pintas dengan operasi plastik, ada kok.

Tetapi, jauh sebelum semua perawatan di atas, ada cara lain yang sudah berlaku sejak zaman dahulu di Indonesia, tentu saja agar menjadi cantik, menarik, dan membuat orang terpikat. Istilah ini dikenal dengan susuk. Untuk lebih banyak tau tentang fakta susuk, yuk simak ulasan Boombastis.com kali ini.

Asal muasal adanya ilmu susuk

Ilustrasi Raja zaman dahulu [Sumber gambar]
Seperti yang terlansir dalam Kisah Tanah Jawa, istilah dan praktik pemasangan susuk ini sudah ada dan  dipercaya sejak beberapa tahun lamanya. Istilah ini pertama kali muncul dari tanah Borneo. Dimana pada tahun 300an SM, raja2 di sana sudah mulai memakai susuk untuk kewibawaan di depan rakyatnya & agar disegani oleh musuh-musuhnya. Selain untuk personal sang raja, biasanya sang raja pun juga tidak jarang untuk memasangkan susuk kepada para dayang dan selirnya agar selalu terlihat cantik serta memesona. Bisa dibilang pada zaman dulu, susuk hanya berkembang di kalangan istana dan dianggap sebagai benda sakral.

Susuk yang berkembang di kalangan orang biasa

Ilustrasi pemasangan susuk [Sumber gambar]

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, susuk tidak hanya dipakai oleh mereka yang berada dalam lingkup kerajaan saja. masyarakat biasa juga mulai memasang susuk untuk tujuan tertentu. Misalnya untuk mereka yang menjadi biduan, susuk dipasang di bagian kemaluan agar terlihat lebih heboh saat bergoyang. Orang yang berdagang juga memasang susuk di tubuh atau bisa juga bangunan dengan tujuan agar orang banyak membeli sesuatu yang mereka jual. Singkatnya, susuk ini dimanfaatkan untuk hal-hal yang berbau tentang penambahan pesona  dan aura diri. Di kalangan paranormal sendiri, susuk yang paling berkhasiat adalah akupuntur, atau dengan memasukkan jarum ke dalam tubuh.

Cerita seorang perawat yang menangani pasien bersusuk

Susuk jarum saat dirontgen [Sumber gambar]
Cerita ini diambil dari thread netizen Twitter @Imelda_ASanjaya, ia pernah bertanya kepada seorang perawat UGD mengenai penanganan pasien bersusuk ‘apakah bisa terlihat saat proses rontgen?’ jawabannya bisa. Susuk yang berupa jarum tersebut terlihat seperti jarum-jarum halus di dalam daging. Si perawat sendiri menangani wanita yang terkena luka tikam 18 tusuk tetapi belum juga meninggal dunia, ia malah bertahan selama 21 hari dengan keadaan payah. Setelah itu, keluarganya punya inisiatif untuk memanggil orang pintar dan mengeluarkan semua susuk yang ada di dalam tubuh si wanita itu. hasilnya, setelah diminumkan air daun kelor, wanita tadi langsung meninggal dunia, kulitnya langsung berubah menjadi keriput dan gosong, dan dari pori-pori kulitnya muncul ulat kecil seperti nasi –yang mungkin wujud dari susuk-susuknya.

Pantangan dan cara mengeluarkan susuk

Menghilangkan susuk dengan kelor [Sumber gambar]
Orang yang mengenakan susuk biasanya punya pantangan sendiri, yang enggak boleh dilanggar, bisa dari segi makanan atau pantangan lain. Kalau terlanggar, maka pesona susuk akan memudar perlahan-lahan. Di samping itu, hampir semua kasus orang yang memakai susuk susah meninggal dunia. Penyebabnya tak lain sebab benda tersebut (jarum, dsb) masih berada di dalam tubuhnya. Untuk mengeluarkan juga harus orang yang memasang susuk tersebut atau orang pintar dengan bantuan daun kelor. Setiap paranormal yang menangani orang bersusuk juga biasanya punya mantera yang berbeda-beda.

BACA JUGA: Disebut Pohon Ajaib, Begini ‘Sisi Lain’ Daun Kelor yang Ternyata Bisa Lunturkan Kesaktian

Dari itu, daripada memasang susuk sekarang lebih baik perawatan diri ya, meskipun skincare mahal sih. Tetapi setidaknya, hal tersebut tak akan menyulitkan saat ketika sakaratul maut menghampiri. Lagian sebenarnya susuk tidak diperlukan saat seorang percaya dengan apa yang sudah Tuhan gariskan kepadanya. Setiap orang punya rezeki dan keberuntungannya masing-masing.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Mengenal Fabian Skrzypski, Warga Polandia yang Diduga Terlibat Makar dengan OPM

Super Nekat! Orang-orang Ini Hindari Macet dengan Cara yang Bikin Merinding