Dalam proses mencapai kesuksesan, pasti semua orang pernah merasakan kegagalan. Hal yang membedakan adalah apakah seseorang memilih menyerah dan mengubur mimpinya, atau pantang mundur dan terus berusaha. Hal ini yang dialami oleh Supardi. Pria asl Jawa Tengah ini tak putus asa meski beberapa kali harus mengalami kegagalan dan kerugian.
Ia yang dahulu bekerja sebagai kuli bangunan, berani untuk memulai usaha penyulingan minyak cengkeh hingga mampu mendulang banyak rupiah seperti sekarang. Inilah perjuangan Supardi menjadi pengusaha minyak cengkeh.
Bekerja sebagai kuli bangunan hingga pernah dikira garong
Sebelum menekuni usaha penyulingan minyak cengkeh, Supardi berprofesi sebagai kuli bangunan. Namun, ia ingin meningkatkan taraf hidupnya dan mulailah berkebun cengkeh. Saat cengkeh miliknya panen, pria berusia 53 tahun ini justru kebingungan untuk mengolah cengkeh tersebut. Ia pun bertekad belajar dari pengusaha cengkeh asal Pekalongan.
Usaha penyulingan sempat ludes terbakar api
Supardi membuat tempat penyulingan dari drum bekas. Sayangnya baru berjalan beberapa bulan, tempat penyulingan itu terbakar. Padahal ia sudah menghabiskan seluruh uangnya yang berjumlah Rp500 ribu untuk membuat penyulingan tersebut. Supardi pun tak putus asa dan membuat kembali tempat penyulingan cengkeh yang baru.
Hasilkan omzet ratusan juta rupiah
BACA JUGA: Mahmudi Fukumoto, Mantan Kuli yang Banting Setir Jadi CEO di Perusahaan Jepang
Supardi adalah salah satu contoh orang-orang yang gigih dan tak menyerah karena gagal. Ia berani mencoba kembali meski telah mengalami kerugian. Semoga kisah Supardi bisa menjadi inspirasi bagi yang ingin merintis usaha.