Meskipun kita sudah berada di dunia yang peradabannya jauh lebih maju, ternyata masih ada beberapa kelompok orang yang tidak tersentuh kehidupan modern. Kelompok atau suku-suku ini masih setia tinggal di dalam hutan yang jauh dari kesibukan kota.
Dari sekelompok penduduk pribumi yang tinggal di luar dunia modern hingga suku pedalaman yang ditemukan secara tidak sengaja yang menjelajahi hutan, berikut ini beberapa peradaban kecil yang tidak tersentuh oleh masyarakat modern.
1. Kelompok Yahi
Kelompok ini merupakan bagian dari kelompok yang lebih besar yaitu masyarakat Yana. Mereka ini adalah suku asli Amerika dari daerah California Utara dan gunung Sierra Nevada. Pada tahun 1700an, jumlah mereka melebihi 1500 orang. Namun saat Gold Rush, sebuah istilah untuk demam migrasi pekerja ke area tempat ditemukannya banyak emas, para penambang dan peternak berbondong-bondong mendatangi lokasi tempat tinggal mereka dan membunuh banyak penduduknya karena mereka berusaha mempertahankan tempat tinggal. Seorang pria bernama Ishi adalah orang terakhir dari kelompok ini yang berhasil selamat.
2. Ruc dari Vietnam
Pada masa perang Vietnam, bom berjatuhan di area yang dikira tidak berpenduduk. Namun ternyata bom tersebut membuat takut warga lokal sehingga mereka berlarian keluar dari hutan yang membuat para prajurit Vietnam terheran-heran.
3. Awa-Guaja
Masyarakat ini adalah suku asli yang hampir punah yang berdiam di hutan Amazon bagian timur, Brazil. Sekarang ini, masyarakat ini hanya tersisa 300 orang saja dan kurang dari 100 orang yang benar-benar terisolasi dari dunia luar. Masalah yang timbul bagi mereka adalah para penebang kayu yang terus mengganggu tanah mereka dan pemerintah Brazil cukup lambat dalam melindungi area tersebut agar mereka bisa bertahan hidup.
4. Batak Filipina
Tidak hanya di Indonesia, di Filipina ternyata juga ada suku yang bernama Batak. Suku Batak Filipina umumnya dianggap sebagai penduduk pertama Filipina. Dulunya, mereka adalah suku dengan jumlah penduduk yang besar dan makmur, namun sekarang, penyakit yang dibawa oleh para pendatang banyak menewaskan anggota suku ini dan undang-undang pemerintah yang melarang pertanian secara tradisional juga membuat masyarakat Batak Filipina semakin terpinggirkan.
5. Pintupi
Pintupi adalah sebuah suku di Australia Barat, terdiri dari 9 orang pemburu yang tinggal di gurun, mampu bertahan tanpa berhubungan dengan masyarakat lain sampai tahun 1984. Mereka menemui keluarga di dekat Kiwirrkurra yang memberitahu mereka tentang tempat aneh yang memiliki banyak makanan dan air datang dari pipa.
6. Jackson Whites
Tahun 1700an adalah masa terakhir ketika penjajahan Eropa di Amerika Utara wilayah East Coast mencatat dan mendokumentasikan semua suku yang ada mulai dari Atlantik hingga Mississippi. Namun tiba-tiba pada tahun 1790 di New York, muncul suku lain lagi.
7. Akuntsu
Akuntsu adalah suku asli dari Rodonia, Brazil. Sama halnya seperti suku Awas, mereka berada di ambang kepunahan. Mereka adalah sekelompok pemburu dan pengumpul makanan yang juga menggantungkan diri pada pertanian. Namun sayangnya, sekelompok peternak menemukan perkemahan mereka dan membunuh masyarakat Akuntsu kemudian menimbun sisa-sisanya dengan menggunakan buldozer untuk menyembunyikan bukti adanya suku ini.
8. Jarawa
Orang-orang suku Jarawa tinggal di Pulau Andamanese dengan jumlah sekitar 300 penduduk saja. Sudah lama mereka menolak kontak dengan manusia lain hingga tahun 1997 ketika mereka mengunjungi komunitas lokal. Namun dari kunjungan tersebut, mereka kemudian langsung sakit cacar.
9. Sentinel
Suku Sentinel masih saudara jauh suku Jarawa. Suku ini masih diselimuti misteri dan tinggal di pulau kecil dekat India yang terletak di teluk Bengal dan pulau Andaman, Setiap kali orang-orang mencoba mendekat ke pulau ini, para Sentinel akan menembakkan ratusan panah dan tombak.
10. Mayoruna
Suku Mayoruna asli berasal Peru dan Amazon Brazil. Tanah leluhur mereka saat ini telah terancam dengan penebangan hutan dan perburuan oleh masyarakat modern. Pada tahun 1900an, mereka adalah sekelompok orang yang sangat tidak percaya dengan pemerintah Peru.
11. Nukak-Mahu
Nukak-Mahu adalah suku yang lebih kecil yang tinggal di hutan Amazon. Populasi mereka mencapai lebih dari 400 orang. Kontak pertama mereka dengan masyarakat modern terjadi pada tahun 1988, dan sejak saat itu lebih dari setengah dari masyarakat Nukak-Mahu meninggal dunia karena penyakit atau diserang. Jadi, mereka sekarang tidak lagi melakukan kontak dengan masyarakat lainnya.
12. Uru-Eu-Wau-Wau
Suku ini berasal dari Brazil dan tinggal di Rondonia bersama 6 desa lain yang terdiri dari beberapa sub-suku. Beberapa dari mereka masih belum melakukan kontak dengan dunia modern. Tahun 1981, mereka melakukan kontak dengan National Indian Foundation, tapi penyakit dan penyerangan mengurangi jumlah mereka dengan drastis. 10 tahun kemudian, sejumlah besar timah ditemukan tersembunyi di tanah mereka.
13. Zoe’e
Suku kecil berjumlah 250 orang di utara Brazil bertahan hidup dengan menanam pohon dan berburu. Meski begitu, mereka adalah suku yang tenang. Hubungan mereka adalah poligami, sehingga masing-masing orang bisa menikah dengan beberapa orang, tidak hanya satu pasangan saja. Mereka juga merupakan komunitas tanpa hirarki yang artinya semua memiliki hak yang sama.
14. Suku di Peru yang Tidak Sengaja Ditemukan
Sekelompok turis berjalan-jalan di hutan Peru dan menemukan penduduk asli yang belum pernah ditemui sebelumnya. Saat itu, para turis berusaha berbicara dalam berbagai bahasa, tapi para suku asli ini tidak merespon.
15. Ayoreo TotoBiegosode
Terjemahan kasar dari nama suku ini adalah “orang-orang dari tempat babi liar”. Masyarakat ini adalah suku yang tinggal di area hutan liar yang dikenal sebagai Chaco.
Penemuan suku-suku yang belum pernah diketahui tersebut menunjukkan betapa luas bumi tempat kita tinggali ini. Namun sayang, mereka semakin terhimpit oleh ulah masyarakat modern yang terus melakukan penebangan hutan dan penambangan yang membuat mereka semakin terusir.