in

Mengintip Stadion Nasional Maladewa yang Dulu Sempat Dianggap Super Jelek Sedunia

Kursi stadion [sumber gambar]

Kita mungkin sudah banyak mendengar keadaan miris di stadion-stadion di negara miskin. Lantaran minimnya dana, alhasil keadaan jadi seadanya. Jangan harap bisa melihat bangunan besar berdiri begitu megah seperti yang ada di Indonesia. Yang ada malah tak lebih seperti lapangan kampung dengan segala fasilitas serba terbatas.

Di Maladewa, ternyata salah stadionnya sempat dianggap masuk dalam kategori miskin. Bayangkan saja, beberapa fasilitas bahkan tak layak dianggap memenuhi standar. Terutama tempat duduknya di tribune, dijamin bakal bikin banyak orang melongo. Lalu bagaimana keadaan dari stadion yang satu ini? Simak ulasan berikut.

Bukan stadion bisa, namun untuk klub besar dan ajang internasional

Namanya stadion internasional, tentu harus dibangun dengan sangat megah. Tak peduli meski mengeluarkan banyak biaya dan tenaga, yang penting bangunan  harus berdiri lebih bagus dari negara lain. Ketimbang nantinya bikin malu kalau ada tim dari luar negeri datang ke tandang.

Stadion nasional [sumber gambar]
Pun demikian dengan yang ada di Rasmee Dhandu Stadium atau stadion nasional di Maladewa. Pembangunannya dibuat semewah mungkin, bahkan dijadikan tempat penyelenggara liga di sana dan kandang Timnasnya. Stadion yang dapat menampung sampai 11 ribu spektator ini bahkan sempat jadi tempat menyambut lawan semisal 2014 AFC Challenge Cup.

Yang bikin netizen heran adalah tentang kursi yang ada di areal stadion

Salah satu hal yang bikin supporter dan netizen betah saat ada di stadion adalah, keadaan tribune yang super nyaman. Apalagi kalau ditambah dengan fasilitas seperti kursi atau pelindung terik dan hujan, makin semangatlah pendukung datang melihat tim kesayangan. Namun ternyata ada pemandangan yang agak berbeda jika memandang Rasmee Dhandu Stadium.

Kursi stadion [sumber gambar]

Bagaimana tidak, alih-alih tempat duduk tribune dibuat seperti yang ada di Indonesia atau stadion besar lainnya,yang ada malah pakai kursi warteg atau kondangan. Alhasil saat salah satu klub Indonesia, Arema sempat tandang di sana beberapa tahun yang lalu para fans pun dibuat keheranan. Masih jadi pertanyaan mengapa malah kursi semacam ini yang dipakai di sana.

Meskipun kursi dibuat bahan ejekan, fasilitas lain malah bikin ngiri

Mungkin benar banyak orang sempat heran bahkan cenderung mengejek tentang keadaan kursi yang ada di sana. Lah bagaimana, kalau gak kursi kondangan ya dudukan biasa tanpa sandaran. Namun ternyata di balik itu semua, keadaan rumputnya sendiri tentu bikin melongo.

Keadaan rumput lapangan [sumber gambar]
Buktinya stadion ini sempat lolos jadi salah satu tempat tandang AFC 2014, dan bisa lihat sendiri betapa hijau dan terawatnya lapangan di sana. Belum lagi masalah bentuk luar stadion yang sudah bak kelas internasional. Hal ini membuktikan kalau pasti ada alasan tersendiri memakai kursi kondangan tersebut, mengingat fasilitas lain yang memadai.

Dalam tahap renovasi dan siap bikin banyak orang tercengang

Mungkin benar kalau dulu banyak orang yang menganggap sebelah mata stadion yang satu ini. Namun siapa sangka kalau pada tahun 2014 lalu ada renovasi besar-besaran yang dilakukan. Usut punya usut, pembangunan ulang ini dilatarbelakangi alasan kalau stadion nasional Maladewa akan digunakan untuk ajang internasional semisal AFC.

Direnovasi biar kece [sumber gambar]
Oleh sebab itu perlu dipercantik lagi agar tim lawan yang datang tidak merasa kecewa dengan sambutan sang tuan rumah. Ibarat lagu mungkin, “Aku yang dulu bukan aku yang sekarang”. Namun masih belum diketahui apakah kursi seperti yang ada di kondangan masih digunakan.

Mungkin benar kalau tempat duduk yang ada di stadion ini sempat bikin heran banyak orang. Namun demikian kualitas fasilitas lain ternyata justru bikin salut. Belum lagi keinginan mereka dalam membuat stadionnya menjadi lebih baik memang patut diacungi jempol.

Written by Arief

Seng penting yakin.....

Leave a Reply

Ingat Ucok Baba? Jarang Tampil di TV Ternyata Hidupnya Jauh Lebih Sukses dari yang Dulu

10 Potret Mirisnya Kehidupan Kos di Hongkong, Bahkan Toilet dan Dapur Pun harus Jadi Satu