Mendiang Fidel Castro memang dikenal sebagai pemimpin revolusioner yang tak lepas dari kontroversi. Selain sukses bikin Amerika kehilangan ‘muka’, pemimpin yang mangkat di usia 90 tahun itu ternyata pernah memelihara buaya. Hal ini diketahui setelah hewan buas tersebut diketahui telah menggigit seorang pria baru-baru ini. Dilansir dari BBC, Seorang pria asal Swedia dibawa ke rumah sakit setelah digigit seekor buaya yang pernah menjadi peliharaan Fidel Castro.

Selain memelihara buaya, sosok Fidel Castro sedari dulu memang penuh dengan warna. Keberaniannya menentang pengaruh AS di wilayah Karibia, seolah menjadi kiblat bagi negara-negar sekitar Kuba untuk mengikuti jejaknya. Di masa lalu, kakak kandung bagi Raul Castro ini juga sempat bertemu Sukarno dan saling bertukar cinderamata dan nasihat bijak. Tak hanya itu, sikap eksentrik sang Comandante di bawah ini juga dikenang oleh dunia.

Memiliki hubungan yang erat dengan Sukarno

Fidel Castro saat melihat keris pemberian Sukarno [sumber gambar]
Di masa-masa perang dingin, Indonesia menjadi salah satu negara yang tidak memihak blok manapun, baik Barat maupun Timur. Netralitas inilah yang kemudian menarik perhatian dari Fidel Castro yang berujung pertemuannya dengan Sukarno, sang penyambung lidah rakyat Indonesia. Mulai dari ideologi, pandangan politik hingga kesamaan visi dan misi untuk rakyat kedua negara masing-masing, bisa kamu baca DI SINI.

Sederet fakta yang mengejutkan dari sang Comandante

Lolos dari berbagai percobaan pembunuhan [sumber gambar]
Lolos dari ratusan percobaan pembunuhan hingga enggan menggunakan dolar Amerika Serikat, menjadikan sosok Fide Castro semakin dicintai rakyatnya. Hal tersebut ditambah dengan sejumlah kebijakan yang dilakukannya untuk rakyat, seperti memberantas Buta aksara dan membangun banyak fasilitas kesehatan. Ada banyak fakta menarik yang bisa Sahabat Boombastis baca DI SINI.

Sisi lain Fidel Castro yang ternyata gigih membela Palestina

Fidel Castro dan Yasser Arafat [sumber gambar]
Bagi Amerika Serikat, sosok Fidel Castro tak ubahnya sebagai pemimpin yang harus segera disingkirkan. Selain menganut paham komunisme, negeri Paman Sam itu tak menyukai dirinya lantara kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak menguntungkan AS dan sekutunya. Di sisi lain, sang Comandante diketahui merupakan pendukung kebebasan Palestina dari cengkeraman Israel, negara Yahudi yang juga disokong Amerika Serikat. Selengkapnya, kamu bisa DI SINI.

Memiliki ideologi yang sama dengan Sukarno

Dekat dengan sosok Sukarno [sumber gambar]
Baik Fidel Castro dan Sukarno, keduanya memiliki hubungan yang erar karena kesamanaa ideologi yang dianut. Ya, para pemimpin di masing-masing negara itu memiliki ideologi Marxisme. Bahkan Sukarno sendiri menjadikan ajaran Marxisme sebagai analisis pisau dalam mengurai pandangan sosialnya sejak berusia 19 tahun. Tentu saja, ideologi ini juga dianut oleh Fidel Castro di masa perjuanganya. Kemiripan kedua tokoh besar ini bisa dibaca selengkapnya DI SINI.

BACA JUGA: Mengenal Kuba, Negara Komunis Yang Diembargo Amerika

Sosok Fidel Castro memang dikenal dengan pesonanya sendiri di masa lalu. Benci dan cinta, adalah dua hal yang mengiringi perjalanan hidupnya sebagai seorang revolusioner, tak hanya bagi rakyat Kuba, tapi juga masyarakat dunia. Indonesia sebagai negara yang memiliki kedekatan secara emosional lewat pemimpin masing-masing, tentu merasa bangga akan kehadiran sang Comandante di Tanah Air.