Sosok Sukarno memang tak terpisahkan dengan sahabat sekaligus wakilnya, Mohammad Hatta atau Bung Hatta. Besar dan berjuang bersama dalam politik, hubungan keduanya sempat pasang surut dan kerap diwarnai berbagai hal. Kadang kala terlihat hangat satu sama lain, namun juga terpisah beberapa saat karena adanya cara pandang yang berbeda.
Baik Sukarno maupun Hatta, keduanya juga saling kritik satu sama lain. Ada kecocokan sekaligus ketidakcocokan di antara mereka. Meski demikian, figur besar dari masing-masing tokoh ini dianggap sebagai negarawan yang sangat berpengaruh dan banyak mewarnai perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Saat Sukarno diasingkan ke Bengkulu pada 1938, Hatta yang juga berada dalam pengasingan di Banda Neira pernah menitipkan surat pada ayah dari pengusaha Hasjim Ning. Hasjim sendiri merupakan keponakan Hatta yang kelak juga menjadi sahabat dekat Sukarno.
Ketidakcocokan antara Hatta dan Sukarno terlihat saat keduanya berada dalam arus politik yang saat itu tengah deras-derasnya. Sebagai seorang pemimpin, Sukarno menawarkan demokrasi terpimpin. Sebuah sistem politik baru yang ternyata tidak disetujui oleh Hatta. Hal inilah yang kemudian membuat Hatta mundur sebagai Wakil Presiden.
Meski berselisih soal pandangan politik, hal tersebut ternyata tak mengganggu hubungan keduanya secara personal. Baik Hatta maupun Sukarno tetap menjaga persahabatan mereka. Setelah mengajukan surat pengunduran diri ke DPR pada 20 Juli 1956, Hatta tak lagi terlihat bersama Bung Karno.
Lama tak bersua di hadapan rakyat, kedua negarawan itu kembali dipertemukan pada sebuah kesempatan yang sangat mengharukan. Di sinilah jiwa Hatta sebagai seorang sahabat kembali muncul saat mendengar Sukarno terbaring lemah karena sakit di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Keduanya pun saling bertatap muka. “Hoe gaat het met jou? (Bagaimana keadaanmu?)” tanya Sukarno pada Hatta.
BACA JUGA: Inilah Fakta 7 Negara Yang Sangat Menghormati Bung Karno
Meski keduanya tak lagi bersua dan terlihat bersama, hal tersebut justru tak membuat hubungan keduanya renggang. Baik Sukarno maupun Hatta tak saling mendendam satu sama lain. Bagi mereka, politik hanya jalan untuk mewujudkan cita-cita dan idealisme. Bukan untuk menghilangkan persahabatan yang telah terjalin sejak lama.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…