Suasana mencekam tengah terjadi di ibukota, tepatnya di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), di daerah Sarinah atau Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Hal tersebut dikarenakan, tepat pada hari ini, 22 Mei 2019, Bawaslu akan mengumumkan secara resmi perolehan suara dari Pemilu 2019 yang diadakan pada April lalu.
Beberapa massa dengan atribut serba putih dan meneriakkan “Prabowo-Sandi Presiden” tampak berkeliaran di sekitar Gedung Bawaslu sejak tadi malam. Mereka bahkan tak segan mendobrak masuk ke dalam kantor yang telah dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Seorang penyiar radio Trax FM Jakarta, Akbarry Noor lalu membagikan detik-detik kerusuhan di daerah Sarinah, tepat di bawah tempatnya siaran. Berikut data-data yang Boombastis.com kumpulkan dari thread yang dibuat oleh Akbarry Noor di twitter.
Pada dobrak masuk ke Bawaslu dpn sarinah.
Chaos :"@danarjon @TMCPoldaMetro @polkawars pic.twitter.com/aHukVhLahc
— akbarry noor (@akbarry) May 21, 2019
Banyak netizen yang bereaksi seperti melihat film zombie ketika menyaksikan rekaman milik Akbarry Noor tersebut. Aksi barbar yang dilakukan para penyerang tersebut mendapat perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia. Bahkan, beberapa stasiun televisi melaporkan langsung dari tempat kejadian tadi malam. Setelah menyelesaikan siarannya, Akbarry Noor turun ke jalan untuk memantau situasi. Ia menyaksikan ada beberapa peserta demo yang dilarikan ke rumah sakit dengan ambulance. Ada pula diskusi alot antara pihak peserta, yang diwakili oleh seorang habib, dan aparat.
BACA JUGA: Sisi Lain di Balik Ricuhnya Demo di Bawaslu, Duh Bikin Hati Ketar Ketir dan Enggak Tenang
Aparat kepolisian telah menghimbau para peserta demo untuk bubar, mengingat sekarang bulan Ramadan dan banyak umat muslim yang harus bangun sahur dan melakukan kegiatan lainnya. Polisi juga yakin bahwa sebagian besar peserta demo juga melakukan ibadah yang sama, sehingga pembubaran paksa hingga diluncurkannya gas air mata dilakukan. Sayangnya, hingga pagi ini, suasana masih cukup mencekam dan banyak peserta yang menolak meninggalkan lokasi. Beberapa kantor yang berada di sekitar Gedung Bawaslu pun diliburkan.