Afganistan mungkin adalah negara yang sudah hancur karena berbagai konflik perang, kerusuhan politik, diskriminasi agama, ladang teroris, serta miskin. Namun, sebelumnya mungkin kamu tidak banyak tahu betapa banyak sekali potensi kekayaan negara yang ada di antara Asia Selatan dan Asia Tengah ini. Mulai dari budaya, makanan, sampai kekayaan alam yang melimpah.
Sayangnya, perang yang kunjung reda menjadi masalah besar yang masih belum selesai hingga sekarang. Semua hal berharga di negara ini menjadi tak berarti. Mari sekarang kita bahas tentang potensi lain yang dimiliki Afganistan selain perang dan terorisme.
Jika berbicara tentang kelompok etnis, maka negara ini kayanya luar biasa. Terhitung ada 14 etnis yang hidup di negara korban perang ini, di antaranya, Pashai, Nuritani, Gujjar, Arab, Pamiri, Brahui, Tajik, Pashtun, Hazara, Uzbek, Aimaq, Turkem, Balock, Aimaq. Kebiasaan lain yang tak kalah unik adalah perayaan tahun baru mereka yang jatuh pada bulan Maret. Perayaan tersebut menepati dengan hari pertama musim semi, dilengkapi festival yang dikenal dengan Nowroz.
Yang membuat terkejut lagi, Afganistan adalah negara yang masuk daftar penghasil terbesar opium (bahan baku narkotika). Pada tahun 2013, produksi opium meningkat sebanyak 300%. Tak heran jika 90% persen dari Heroin yang dijual di Eropa berasal dari negara ini.
Itulah kenyataan di Afganistan yang mungkin tak banyak orang tau. Fakta bahwa nyawa sudah tak ada harganya memang membuat kita miris, tapi apalagi yang bisa kita bantu selain mendoakan semoga perang segera surut dan kekacauan cepat berakhir, agar tak ada nyawa tak bersalah yang terus menjadi korban.