Tak ada sosok koruptor yang paling diingat selain figur Eddy Tansil. Sebagai buronan legendaris yang melarikan kekayaan negara sebesar Rp 1, 3 triliun, namanya seolah menjadi saksi betapa rapuhnya sistem hukum dan peradilan di Indonesia. Ya, pria yang seharusnya mendekam di penjara selama 20 tahun itu berhasil melarikan diri hingga hidup aman di negeri asal leluhurnya, Cina.
Meski dianggap sebagai maling alias koruptor di Indonesia, toh tak selamanya nama Eddy Tansil dianggap jelek. Setelah berhasil kabur dan kembali ke Cina, ia malah dianggap sebagai dermawan di negeri tirai bambu tersebut. Terutama di wilayah Fujian yang merupakan kampung halamannya. Meski kini sosoknya menjadi misteri dan sulit ditangkap oleh pemerintah RI, seperti sepak terjang Eddy Tansil di Cina?
Koruptor yang disanjung sebagai dermawan yang kaya raya di Cina
Setelah tersangkut kasus Bapindo yang membuat negara mengalami kerugian sebesar Rp 1,3 triliun, Eddy berhasil ‘mengakali’ penegak hukum di Indonesia dan berhasil kabur setelahnya pada 1996 silam. Berkat pengaruh yang dibangun oleh ayah dan kakaknya di kampung halamannya keluarga Tansil, ia bahkan dikenal sebagai seorang dermawan sekaligus perantauan kaya raya yang sukses. Meski di Indonesia dirinya dikenal karena tindakan korupsinya.
Dikenal sebagai keluarga berpengaruh di kampung halamannya
Sebagai pengusaha, citra keluarga Tansil diwariskan secara turun temurun mulai dari sang ayah, Harry Tansil dan kakaknya, Hendra Raharja. Berkat mereka, Eddy Tansil disegani di kampung halamanya. Seolah tak jauh dari kejahatan, Hendra Rahardja, putra pertama Harry Tansil dan kakak Eddy Tansil, termasuk dalam daftar buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dilansir dari Tirto.id, Ia mencuri uang negara Rp1,9 triliun dan divonis penjara seumur hidup saat jadi buron ke luar negeri.
Dekat dengan politikus berpengaruh di Beijing dan gagal ditangkap otoritas hukum Indonesia
Selain kesohor sebagai pengusaha dan filantropis yang dermawan, Eddy Tansil juga dikenal dekat dengan petinggi politik di Beijing, Cina. Hal ini tercermin dari rekam jejaknya yang punya hubungan akrab dengan petinggi dari Partai Komunis Tiongkok. Dilansir dari Tirto.id, ia pernah bertemu dengan Song Ping, anggota Komite Tetap Politbiro Partai Komunis Tiongkok yang juga dikenal sebagai mentor Presiden Republik Rakyat Tiongkok ke-6 Hu Jintao.
BACA JUGA: 5 Fakta Edi Tansil, Koruptor Indonesia Paling Gila yang Berhasil Lolos
Ibarat pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Mungkin, hal itulah yang menggambarkan kondisi hukum di Indonesia. Selain tabiat korupsi yang masih menjadi ‘budaya’, hukum yang lembek soal penanganan para koruptor di negeri ini jadi bukti lemahnya peradilan Tanah Air. Salah satunya seperti sosok Eddy Tansil di atas, yang sukses mengakali aparat di ‘negeri hukum’ hingga dirinya yang tidak bisa diadili sampai saat ini.