page
Walaupun terkenal dengan kekerasan, kerusuhan sampai dengan koruptor-nya, namun tidak sedikit sutradara dari luar negeri membuat film dengan berlatar belakang daerah di Indonesia. Dengan dijadikannya beberapa daerah di Tanah Air sebagai latar belakang sebuah film, secara tidak langsung akan dapat membuat Indonesia lebih dikenal oleh dunia luar, walaupun kebanyakan dari film-film tersebut masuk dalam kategori actions.
Nah, jika penasaran apa saja film dengan sutradara dari luar negeri yang mengambil setting latar di Indonesia? Berikut daftarnya.
Film garapan Wolfgang Panzer yang berjudul Broken Silence ini bercerita tentang seorang biarawan bernama Fried Adelphi yang telah menghabiskan sebagian waktunya untuk mengabdi di biara di Swiss. Setelah janji pengabdiannya berakhir, dia ingin melakukan perjalanan ke mana saja yang selama ini tidak pernah dia kunjungi atau lihat.
Film satu ini sudah sangat sering diputar berulang-ulang di TV swasta Tanah Air. Dalam film garapan sutradara Dwight H Little ini menceritakan perjalanan beberapa orang di sebuah pulau yang bernama Borneo (Kalimantan) untuk mencari bunga paling langka di dunia, “blood orchid.”
Mungkin Anda tidak begitu mengetahui film berjudul Amphibious yang dirilis pada tahun 2010 lalu ini. Namun film yang sutradara utamanya mengajak salah seorang sineas terkenal Indonesia, Brian Yuzna tersebut juga mengambil setting tempat di sebuah daerah di Sumatra.
Film yang dibintangi oleh salah seorang aktris terkenal Hollywood, Julia Roberts, ini merupakan film yang didasari dari sebuah novel karya Elizabeth Gilbert. Dalam film tersebut menceritakan bahwa ada seorang wanita yang mencapai kesuksesan dalam karirnya. Bahkan memiliki suami yang kaya raya.
Seperti halnya Eat Pray Love, film berjudul The Savages ini juga didasari dari sebuah novel berjudul sama. Dalam film ini ada 2 bintang terkenal dari Hollywood, yaitu Salma Hayek dan John Travolta. Dalam film besutan Oliver Stone ini menceritakan tentang dua orang pria yang tinggal bersama dengan satu wanita.
Jika The Philosophers atau After the Dark mengambil latar Candi Prambanan, film berjudul Java Heat ini mengambil tempat di Magelang dan Yogyakarta, serta menampilkan keindahan Candi Borobudur di beberapa scene-nya. Produser film satu ini memang sengaja ingin memperkenalkan budaya Amerika Serikat dan Indonesia dalam satu film.
Film ini mengambil background tempat seperti di daerah Prambanan di Jawa Tengah, Bromo di Jawa Timur dan Belitung. Film ini menceritakan tentang sebuah sekolah internasional yang berada di Jakarta dan berisikan beberapa orang siswa yang harus terisolasi dari dunia luar. Mereka sedang bergejolak dan dilanda bencana, di dalam sebuah bunker.
Film yang bertemakan hacker dan peretasan ini juga mengambil setting pengambilan gambar di Jakarta. Tepatnya di sekitar Pelabuhan Sunda Kelapa, Tanah Abang, Apotek Melawai dan Lapangan Banteng.
Selain itu, masih ada banyak lagi sutradara luar negeri yang mengambil tempat syuting atau juga mengambil tema Indonesia dalam filmnya. Seperti The Perfect Wave (2014), The Year of Living dangerously (1982) sampai dengan The Condemned (2007).
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…