in

Saat Nyawa di Ujung Tanduk, Ini 7 Cara Selamatkan Diri Dari Bencana Gedung Runtuh

Selasar Gedung BEI ambruk

Beberapa waktu yang lalu, insiden runtuhnya balkon lantai 1 tower II gedung BEI menjadi pembicaraan dan trending di kalangan warganet. Bagaimana tidak, teras bangunan 32 lantai ini runtuh tak terduga dan tanpa sebab. Puluhan pegawai yang sedang berjalan di atas balkonpun menjadi korban dan dilarikan ke rumah sakit, untungnya insden ini tidak menelan korban jiwa.

Nah, kalau berbicara tentang gedung yang runtuh tentu tidak ada yang ingin megalami kejadian menakutkan tersebut. Tapi, yang namanya bala bisa datang kapan saja dan di mana saja. bagaimana jika misalnya kita yang sedang berada dalam kondisi seperti itu? Apa yang sebaiknya kita lakukan untuk menghindar dari maut? Di ulasan kali ini, Boombastis akan memberikan trik jitu bagaimana bisa selamat dari gedung yang runtuh mendadak.

1. Tetap tenang dan jangan panik

Tenang dan cari tempat berlindung [Image source]
Dalam segala jenis marabahaya, tidak bertindak gegabah adalah kunci utama. Sebaliknya, panik akan mengahabiskan tenagamu saja. Cobalah untuk tenang dan mencari perlindungan, jika memungkinkan untuk segera menyelamatkan diri, keluarlah dari bangunan sehingga kamu terhindar dari segala kemungkinan marabahaya yang bisa merenggut nyawa.

2. Sebisa mungkin mengerti jalur evakuasi

Pahami jalur evakuasi [Image source]

Jalur evakuasi menghubungkan semua area ke tempat yang aman (Titik Kumpul). Dimanapun kamu berada, cobalah untuk menghafal rambu-rambu jalur evakuasi yang ada. Memahami jalur evakuasi akan sangat bermanfaat untuk mengantar kamu ke tempat aman apabila di dalam sebuah bangunan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti contoh gempa, kebakaran, serta gedung runtuh.

3. Menunduk dan mencari tempat untuk berlindung

Berlindung di bawah meja kerja [Image source]
Ini adalah standar nasional keselamatan yang disarankan ketika kamu berada dalam sebuah bangunan. Beradalah di sebelah perabotan yang kuat, sehingga apabila dinding ambruk, akan ada sisa ruang untukmu meringkuk dan melindungi diri. Contohnya berlindung di bawah meja kerja atau benda lain.

4. Pastikan kamu selalu membawa ponsel

Selalu siaga dengan ponsel [Image source]
Saat bencana gedung runtuh, akan ada banyak orang dengan kondisi sama sepertimu. Inilah gunanya selalu membawa ponsel kemanapun, jika kebetulan ada yang terluka, kamu dapat menghubungi 112 untuk memanggil ambulans, atau meminta pertolongan dengan rekan yang lain.

5. Gunakan tangga darurat, bukan lift

Jangan gunakan lift [Image source]
menggunakan lift ketika terjadi bencana seperti gedung runtuh malah akan menambah buruk suasana, sama saja artinya kamu menjemput maut. Saat gedung runtuh, sebisa mungkin hindari lift karena kabel lift sewaktu-aktu bisa putus dan kamu bisa saja terjebak di dalamnya. Gunakan tangga melalui jalur evakuasi dan segera selamatkan diri menuju area titik kumpul.

6. Lindungi kepala, leher dan pernapasan

Lindungi organ vital [Iamage source]
Akan ada benda-benda yang ikut berjatuhan saat gedung runtuh. Lindungi area vital seperti leher dan kepala dengan menggunakan tangan dan lengan. Selain itu, akan ada debu dan serpihan gedung yang mengkin berbahaya bagi paru-paru saat terhirup. Pastikan kamu menggunakan masker untuk menutup hidung, jika tidak ada bisa gunakan kaus, bandana, serta pakaian apapun yang bisa kamu gunakan.

7. Menjauhlah dari gedung saat sudah berada di luar ruangan

Menjauhlah dan keluar ke tempat aman [Image source]
Saat kamu sudah berhasil keluar ruangan atau sedang berada di area gedung yang ambruk, menjauhlah dari gedung tersebut. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan kamu bisa terkena reruntuhan gedung bahkan setelah keluar ruangan. Sebaiknya, berkumpullah dengan kebanyakan orang di area yang lebih aman.

Nah, itu tadi beberapa trik andaikan kamu terjebak dalam gedung yang runtuh. Intinya, jangan panik dan ambil langkah yang bisa menyelamatkan nyawamu. Karena bagaimanapun juga tak ada orang yang mau mati sia-sia, siapa sih yang mau terjebak dalam kondisi seperti di atas? Tapi setidaknya kita sudah punya persiapan jika hal tersebut suatu saat ‘mungkin’ terjadi pada kita.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

4 Fakta Balo Lipa, Lagu Mencekam yang Membuat Mantan Susah Makan

Bak Romeo dan Juliet, 5 Pasangan Ini Meninggal Dunia dengan Tragis