Mendengar kata Nazi, maka sudah bisa ditebak jika akan terbayang sosok Hitler, kejadian pembantaian Etnis, dan satu lagi. Yup, Swastika. Simbol yang selalu melekat di lengan para pasukan Nazi termasuk Hitler sendiri ini memang sangat ikonik dan diingat betul oleh banyak orang. Bentuknya sendiri sangat unik dan eye catching, namun begitu melihatnya orang-orang akan langsung ingat siapa si empunya lambang dan apa yang telah dilakukannya.
Penggunaan lambang Swastika dilarang di banyak negara lantaran hal tersebut seperti mengingatkan kembali kejadian buruk yang di era Perang Dunia 2 tersebut. Terlepas dari itu, ternyata Swastika diketahui tak hanya milik Nazi. Banyak ditemukan lambang sejenis yang sudah digunakan bahkan sebelum era Hitler mulai berdiri.
Jadi, siapa saja sih yang ternyata juga menggunakan simbol ini selain Nazi? Cari tahu lewat ulasan berikut.
Mirip dengan Swastika, ada sebuah simbol bernama Whirling Log. Logo ini digunakan oleh orang-orang kuno Amerika bernama Anasazi beradab-abad yang lalu. Anasazi sendiri merujuk kepada sebuah suku Indian kuno yang menurut banyak orang eksistensi mereka lenyap tak berbekas. Menurut cerita yang dipercaya oleh orang Navajo (salah satu suku Indian) lambang ini merujuk kepada cerita Whirling Log (“Tsil-ol-ni” dalam bahasa mereka) yang mengisahkan tentang perjuangan seorang pengembara yang melakukan perjalanan hingga akhirnya ia menemukan sebuah tempat yang subur dan penuh berkah.
Sayangnya, sejak Perang Dunia 2 meletus, orang-orang Amerika yang sudah dulu mengenal lambang ini dilarang menggunakan simbol Whirling Logs dengan alasan yang pasti sudah kamu ketahui. Belakangan, muncul wacana kalau orang-orang asli Amerika akan melakukan gerakan dalam upaya klaim atas lambang ini sebagai simbol otentik milik mereka.
Gammadion berasal dari gabungan empat gamma yang dijadikan satu. Lambang ini dimiliki beberapa bangsa sekaligus, misalnya Yunani Kuno, Minoan dan juga Etruscan. Fungsinya sendiri dikatakan sebagai simbol pemujaan untuk matahari.
Tidak hanya dicetak di bangunan, lambang Gammadion juga menghiasi jubah-jubah pastur zaman dulu. Ada pula yang mengatakan jika asal pemakaian simbol ini oleh orang-orang Kristiani lantaran mereka pernah berhubungan dengan suku Indian terutama dalam hal penyebaran agama.
Lambang Swastika ini juga dipakai oleh agama Budha. Mereka biasa menyebutnya ‘Wan’ untuk penyebutan bahasa China dan ‘Manji’ dalam bahasa Jepang. Berbeda dengan Nazi, orang-orang Budha lebih variatif dalam menggunakan Wan ini. Mereka sering menyematkan warna pada Wan dengan arti yang berbeda satu sama lain. Misalnya warna biru untuk kebajikan abadi, hingga kuning yang artinya adalah kemakmuran yang tidak terbatas. Wan juga sering dikaitkan representasi dari Budha itu sendiri.
Kembali ke China, karakter Wan ini juga di artikan ‘Sepuluh ribu’ dan dipercaya datangnya dari Tuhan. Simbol ini sudah jadi karakter standar, meskipun penggunaannya sendiri sangat jarang dan hanya jika benar-benar diperlukan saja. Kitab-kitab Budha kuno yang ditemukan di China dan Jepang juga menggunakan simbol ini dengan fungsi sebagai penanda denah sebuah kuil.
Tak hanya Budha, simbol Swastika juga sangat lekat dengan penganut agama Hindu. Mereka biasa menyebut simbol ini sebagai ‘Swasti’ yang bisa diartikan dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebaikan. Secara umum, Swasti juga berarti keberuntungan dan kesehatan. Implementasi simbol ini cukup variatif bagi orang-orang Hindu. Tak hanya sebagai benda, misalnya dalam ritual peribadatan, tapi juga sebagai pelengkap untuk mengungkapkan sesuatu, bisa perpisahan atau juga keberhasilan.
Swasti tidak hanya sekedar simbol dengan arti satu dua kata, tapi bisa dijabarkan sangat luas. Masih menurut agama Hindu, Swasti bisa diartikan sebagai empat tujuan hidup, empat tahapan hidup, empat arah, empat musim dan masih banyak yang lain.
Swastika juga digunakan oleh orang-orang Finlandia dan mereka menyebutnya dengan Hakaristi. Bagi mereka, simbol ini adalah sebagai lambang keberuntungan dan digunakan di banyak benda. Mulai dari perhiasan sampai emblem di pesawat angkatan udara mereka. Hakaristi menjadi simbol yang sangat populer dan disukai di Finlandia. Namun sejak akhir Perang Dunia 2, mereka sama sekali dilarang untuk menggunakannya lagi.
Jika saja Hitler tidak pernah melakukan hal-hal buruk yang mengerikan itu, mungkin kita akan sering menemukan penggunaan lambang ini di zaman sekarang. Gara-gara Hitler juga simbol yang ternyata diartikan oleh banyak orang sebagai kebaikan dan keberuntungan ini jadi berubah makna. Masih ada orang-orang yang setia memakai simbol ini, meskipun mereka akan selalu dibayang-bayangi dengan hukum serta judge masyarakat yang sudah terlanjut lekat menganggap simbol ini adalah lambang kejahatan dan semacamnya.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…