in

Sanggup Lawan Begal Hingga Tewas, Ternyata Ini Jurus yang Digunakan oleh Irfan Bahri

Kamu pasti tau cerita seorang santri yang secara heroik menyelamatkan dari dua begal di Bekasi beberapa hari lalu bukan? Yap, Irfan Bahri yang notabenenya masih remaja berumur 19 tahun tersebut berhasil menyelamatkan dirinya dan sepupunya dari maut. Bahkan, salah satu begal harus meregang nyawa sesaat setelah dirawat.

Irfan ternyata tidak melawan dengan tangan kosong. Memanfaatkan celurit yang semula milik begal, ia juga punya jurus bela diri andalan yang sangat berguna dalam duel tersebut. Belakangan ini, diketahui jurus tersebut bernama Joko Tole Naga Putih yang pernah ia dapat selama nyantri. Lebih banyak tentang jurus ini simak dalam uraian Boombastis berikut.

Sebuah bela diri bersejarah di Madura

Prguruan Joko Tole [Sumber gambar]
Layaknya pencak silat dan bela diri lainnya, Joko Tole juga merupakan bela diri bersejarah asal Madura. Joko Tole ini awalnya bermarkas di sebuah dusun kecil di barat Madura, tepatnya di Desa Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Sebelumnya, pada tahun 1964 sudah ada perguruan silat yang kelak menumbuhkan benih-benih pesilat handal, sayang perguruan silat tradisional bernama Sumber Gaya –yang didirikan oleh Moh Halil ini tak bertahan lama. Lambat laun ia kehilangan murid-muridnya.

Seorang murid bernama Suhaimi Salam membangkitkan kembali silat tersebut

Suhaimi Salam [Sumber gambar]

Pada saat yang bisa dibilang tak ada harapan tersebut, muncullah seorang murid Sumber Gaya yang sangat menggebu ingin membangkitkan silat kembali di tanahnya. Adalah Suhaimi Salam, ia terus berlatih dan menempa diri bersama para pemuda lain. Pemuda inilah yang kelak menjadi murid-muridnya. Kegigihan dan semangatnya berbuah manis, pada  tahun 1975 dan 1976, ia berhasil menjadi juara nasional Pencak Silat.

Nama Joko Tole diambil dari pahlawan zaman dahulu

asal usul nama Joko Tole [Sumber gambar]
Pada 21 Maret 1976, Suhaimi mengubah nama perguruan yang semula Sumber Gaya menjadi Joko Tole. Pemilihan nama tersebut karena Joko Tole dulunya merupakan nama seorang pahlawan yang berhasil mengangkat derajat masyarakat pulau Madura pada masa lalu (zaman kerajaan Majapahit). Dalam mengembangkan perguruan tersebut, Suhaimi mengajak beberapa temannya untuk ikut serta. Di antara nama tersebut ada R. Saherudin, Marhamin, serta beberapa orang lain.

Kelebihan silat Joko Tole

Irfan ketika melawan begal [Sumber gambar]
Ada tiga karakteristik yang menjadi lekebihan silat ini, yaitu ketangkasan, keras, serta gerak cepat. Di samping itu, seorang yang mendalami Joko Tole haruslah mempunyai mental yang siap dihadapkan dengan medan pertarungan, yakin dan percaya diri bisa mengalahkan musuh. Joko Tole adalah ilmu silat asli Madura yang tidak dipengaruhi oleh silat lain. Berpuluh tahun orang menggelutinya, sudah banyak sekali prestasi yang ia ukir, salah satunya adalah aksi Irfan yang sangat membanggakan. Bukti bahwa latihan selama dua tahun di pesantrennya tak sia-sia.

Perjuangan Suhaimi membawa Joko Tole sampai mancanegara

Pesilat Joko Tole dari mancanegara [Sumber gambar]
Hal lain yang membanggakan dari silat rintisan Suhaimi ini adalah namanya yang harum hingga mancanegara. Tepatnya pada tahun 1980, Gubernur Jawa Timur ketika itu, Muhammad Noer memperkenalkan budaya Jatim lewat silat madura yang dikemas dalam film dokumenter kepada Duta Besar Perancis. Film dokumenter tersebutlah yang mengenalkan Joko Tole ke beberapa Negara Eropa, termasuk Belanda pada thun 1984. Ditambah lagi, pada tahun 1982, belasan anak muda dari negara-negara Eropa datang ke Madura untuk belajar langsung dari tanah di mana pencak silat ini berakar.

Itulah sekilas sejarah tentang Joko Tole yang selamatkan nyawa Irfan dan sepupunya. Bela diri ini sekarang dikenal hingga negara tetangga dan juga Eropa walaupun sang pendiri sudah tutup usia pada 2004 lalu. Berbagai penghargaan juga telah dimenangkan. Akhir dari kisah Irfan ini ia bebas dari status tersangka. Bahkan, pihak kepolisian memberikan ia penghargaan atas aksi beraninya melawan kejahatan.

Written by Ayu

Ayu Lestari, bergabung di Boombastis.com sejak 2017. Seorang ambivert yang jatuh cinta pada tulisan, karena menurutnya dalam menulis tak akan ada puisi yang sumbang dan akan membuat seseorang abadi dalam ingatan. Selain menulis, perempuan kelahiran Palembang ini juga gemar menyanyi, walaupun suaranya tak bisa disetarakan dengan Siti Nurhalizah. Bermimpi bisa melihat setiap pelosok indah Indonesia. Penyuka hujan, senja, puisi dan ungu.

Leave a Reply

Razzan Al-Najjar, Perawat Cantik Palestina yang Meregang Nyawa Ditembak Pasukan Israel

Viral Istilah Old Money vs OKB, Begini Loh Penjelasan Sebenarnya Agar Tak Salah Kaprah