Media sosial (medsos) sekarang tak hanya digunakan untuk berkomunikasi. Tapi ia bisa berfungsi sebagai jembatan permusuhan antara satu orang dengan lainnya. Sudah terbukti dari kalangan artis yang saling berbalas status dan sampai saat ini tak pernah menemukan titik terang.
Hal ini pun juga banyak terjadi di kehidupan sehari-hari. Lebih tepatnya mereka saling mengejek satu sama lain. Namun parahnya, kejadian ini berakhir tragis. Ada yang dipenjara dan juga sampai meninggal dunia.
Berawal saling ejek, pelajar dibacok siswa dari sekolah lain
Peristiwa miris terjadi di Kota Bekasi beberapa waktu lalu. Pada saat itu, pelajar kelas dua SMP yang berinisial OCN harus menderita luka berat di perutnya. Itu adalah akibat dari perbuatan keempat siswa dari sekolah lain yang tega membacoknya tanpa ada rasa kasihan sedikit pun.
Saling komentar dengan nada menantang, seorang pria tewas ditusuk dengan senjata tajam
Fenomena yang tak kalah tragis dialami oleh Asep. Ya, pada waktu itu, Asep dan tersangka yaitu Mirlansyah terlibat perselisihan di jejaring sosial Facebook. Ini dikarenakan, pacar Asep merupakan mantan dari Mirlansyah. Sehingga mereka berdua sering beradu pendapat di Facebook dengan nada yang tidak mengenakan.
Bertengkar di media sosial, tiga remaja tewaskan pelajar SD dan SMP
Hanya karena saling mengejek di media sosial, tiga remaja berani tewaskan pelajar SD dan SMP. Tak tahu persis apa masalahnya, tiga remaja berinisial AR, R dan TA mencegat anak-anak tersebut di tempat yang biasa mereka lewati saat sepulang sekolah.
Hanya karena sebutan tante, tujuh orang menganiaya dua remaja wanita
Tujuh remaja perempuan asal Gowa terpaksa berurusan dengan polisi. Ketujuhnya dipanggil ke kantor polisi lantaran terlibat kasus pengeroyokan terhadap NN dan RI. Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh AU, IN, RE, CC, TR, MT dan IS ini terjadi karena NN diduga menyebut salah satu tersangka yaitu RE dengan panggilan tante.
BACA JUGA : 5 Kelakuan Bocah Pamer Kenakalan di Medsos Agar Tenar Ini Berhasil Buat Netizen Geram
Sebenarnya, kejadian di atas bukan salah dari media sosial. Tapi lebih kepada penggunanya yang tidak sanggup menahan emosi. Nah, maka dari itu, supaya tidak terjadi fenomena seperti ini kembali, alangkah lebih baik berbicara secara langsung. Dengan bertemu, kemungkinan besar masalah akan cepat terselesaikan.