Buat yang sudah nonton, pasti terkesan banget dengan kelamnya Perempuan Tanah Jahanam. Film ini berhasil bikin fantasi misteri para penikmat horor Indonesia meledak. Setelah tahun lalu menyuguhkan kemasan baru film Pengabdi Setan yang super merinding, film Perempuan Tanah Jahanam ini punya jalan cerita yang tidak diduga. Tapi, kalian cari tahu sendiri ya kenapa, dengan nonton filmnya di bioskop pastinya.

Supaya tidak spoiler, Boombastis mau membahas hal yang cukup ikonik dari film ini. Adalah lokasi syuting yang digunakan untuk mewujudkan setting desa Harjosari. Yang paling menarik perhatian, memang rumah tua yang jadi incaran Rahayu (diperankan oleh Tara Basro).

Dalam twit pengantar dan wawancara bersama Joko Anwar, hantu 3 anak kecil yang memang diceritakan di film ini sempat tidak beranjak dari rumah tua ini. Bahkan terekam ke dalam kamera di balik jendela berteralis besi. Tidak mengherankan sih, karena bangunan aslinya saja konon mengandung aura mistis. Kagum benar pada kemampuan Joko Anwar menciptakan suasana angker yang utuh, meski faktanya berada di lokasi yang agak berbeda

1. Rumah tua angker peninggalan jaman Belanda

Dalam film Perempuan Tanah Jahanam yang kental dengan unsur Jawanya, ada sebuah rumah tua yang teronggok cukup lama di Desa Harjosari. Tampak seperti rumah bangsawan Jawa ningrat di masanya, siapa sangka ternyata menurut beberapa nara sumber yang pernah datang langsung ke tempat berbentuk letter L ini, malah menyebutnya sebagai ‘rumah tua Belanda’.

Bangunan aslinya sudah dimakan usia, tapi tak kehilangan aura seram. Hampir mirip dengan yang digambarkan di film, bedanya di sana memang sudah tidak ada apa-apa kecuali rongsokan sisa bangunan. Lebih lengang, dingin dan merinding. Namun justru itulah yang bikin aura rumah ini terlalu garang buat Sahabat Boombastis yang gampang terdistraksi hal horor.

Tumbuhnya pohon yang menyatu dengan rumah, hingga akar-akarnya menjalar di dinding semakin bikin ‘mbergidik’ buat siapapun yang tidak suka dengan tempat-tempat usang seperti ini. Sebenarnya rumah ini sempat ‘dipercantik’ supaya bisa memenuhi kriteria adegan-adegan film Perempuan Tanah Jahanam. Namun seiring selesainya syuting, tak lama area ini rimbun oleh semak dan kembali suram.

Saking bikin penasarannya, seperti bagaimana hitsnya rumah Pengabdi Setan, lokasi Rumah Eyang di Jogja dan lokasi KKN Desa Penari, beberapa vlogger berhasil mencapai lokasi ini. Bahkan mereka datang sebelum nonton filmnya.

2. Lokasi rumah Ki Saptadi yang penuh misteri

Rumah Ki Saptadi yang tampak horor [Sumber Gambar]
Dalam film Perempuan Tanah Jahanam, rumah Ki Saptadi juga menjadi salah satu lokasi utama. Bentuknya seperti rumah joglo khas Jawa, tapi demi membangun aura mistis, tempat ini terkesan dingin dan menyimpan mak lampir di dalamnya.

Lokasi tersebut sudah disulap menjadi taman baca bagi warga sekitar

Menariknya, di dunia nyata lokasi ini tidak sesuram yang digambarkan di film. Malah mengundang kekaguman karena warganya yang tinggal sangat jauh dan terpencil, malah hidup mandiri dari bercocok tanam. Lokasi rumah Ki Saptadi yang suram pun ternyata sudah menjadi Perpustakaan Taman Rimba. Meski memang tempat ini juga cukup lama tidak dihuni. Pemukiman dan pedesaan yang digadang menjadi Desa Harjosari ini, aslinya berlokasi di Banyuwangi, tepatnya di Pal Pakis.

Bahkan Joko Anwar mengakui bahwa dalam setting lokasi di desa ini, timnya membuka akses jalan ke sana demi kelancaran film. Memang yang tidak berbeda dengan cerita di film adalah aksesnya yang jauh terpencil di dalam hutan. Beberapa talent film juga diambil dari warga setempat lho, yang diakui beberapa kru film aktingnya sangat natural.

Sebenarnya masih banyak lokasi mencekam di Perempuan Tanah Jahanam yang menarik dikupas. Sebut saja hutan belantara dan makam yang beberapa kali muncul di adegan film ini. Joko Anwar menginformasikan kepada penggemar film-filmnya bahwa lokasi syuting ini merupakan gabungan antara Malang, Banyuwangi, Ijen dan Lumajang.

Suasana makam di tengah hutan yang bikin deg-degan saat nonton adegan ini [Sumber Gambar]
Tim Boombastis sendiri sudah menonton film Perempuan Tanah Jahanam. Nuansa yang ditawarkan adalah horor dengan kearifan lokal yang sangat kental. Lighting serba minim, nuansa pilihan warnanya usang seperti cokelat dan merah darah. Dijamin sepanjang film, kita dibikin tegang dan terbayang-bayang sampai ke rumah.