Banyak orang menginginkan rumah dengan suasana sekitar yang baik. Seperti keadaan yang tenang, sejuk dengan pepohonan rindang, terhindar dari polusi udara dan suara, juga mudah diakses. Tapi, ada seseorang yang memilih untuk tinggal jauh dari kata nyaman tersebut.
Seseorang yang berasal dari China ini memilih untuk tidak bergeming meski rumahnya digusur pemerintah untuk pembuatan jalan layang. Alhasil, satu rumah ini tetap berdiri di tengah-tengah jalan layang. Bersama dengan bisingnya kendaraan berlalu lalang.
Satu-satunya rumah yang menolak digusur
Liang tak puas dengan kompensasi pemerintah
Alasan Liang tetap mempertahankan rumahnya adalah tak puas dengan kompensasi yang ditawarkan pemerintah. Ia mengaku pemerintah memberikan tempat tinggal pengganti di dekat rumah duka, sehingga ia tak mau pindah. Pihak pemerintah mengatakan bahwa mereka sudah pernah menawarkan dua unit apartemen dan uang tunai setara Rp2,47 miliar.
Ramai dikunjungi wisatawan
BACA JUGA: 5 Rumah yang Tidak Takluk Oleh Penggusuran
Meski Liang menolak berbagai penawaran dari pemerintah, pihak berwenang mengatakan mereka sudah memperhitungkan faktor keselamatan sebelum membangun jalan layang tersebut. Mereka juga berjanji akan terus berusaha bernegosiasi dengan Liang. Tak bisa dibayangkan bagaimana bisingnya punya rumah di tengah jalan tol ya.