Di kota-kota besar umumnya menjadi dewasa tidak ada ritual tertentu. Bertambah usia juga cukup dirayakan dengan ulang tahun dan makan-makan. Itu pun tidak semua yang melewati hari bertambahnya usia dengan perayaan.
Berbeda dengan kebiasaan di kota besar, beberapa desa dan suku di dunia ini masih menjalankan ritual ketika seseorang mulai menginjak usia dewasa. Hanya saja, ritual yang mereka lakukan terbilang brutal dan akan membuatmu bersyukur tidak perlu mengalami hal yang sama.
1. Satere Mawe
Satere Mawe adalah nama sebuah suku dari pedalaman hutan Amazon. Saat mencapai usia kedewasaan, para pemuda dari suku ini harus bersiap melakukan ritual yang sangat menyakitkan. Dalam ritual tersebut, tangan mereka akan dimasukan ke dalam sebuah sarung tangan yang terbuat dari anyaman bambu.
2. Vanuatu
Vanuatu, sebuah pulau kecil Selatan Samudera Pasifik memiliki tradisi yang unik untuk ritual kedewasaan para pria. Secara sekilas, ritual ini terlihat seperti bungee jumping biasa. Hanya saja, ritual ini jauh lebih berbahaya daripada bungee jumping modern.
3. Suku Matausa – Papua Nugini
Suku Matausa di Papua Nugini percaya bahwa darah wanita itu tidak bersih atau tidak murni. Karena itulah, agar bisa menjadi pria dewasa, mereka perlu membersihkan diri dari pengaruh tidak murni yang diberikan dari ibu mereka. Ritual ini dimulai dengan memasukkan dua buah tongkat ke dalam tenggorokan agar mereka muntah darah.
4. Suku Mandan
Suku asli Amerika yang bernama Mandan memiliki ritual yang sangat brutal untuk mencapai kedewasaan. Sebelum mereka melakukan ritual ini, seorang pemuda Mandan harus berpuasa selama 3 hari untuk membersihkan dan memurnikan tubuhnya. Kemudian di hari ritualnya, otot dada, bahu, dan punggungnya akan ditusuk dengan kayu besar.
5. Suku Sepik – Papua Nugini
Suku Sepik menganggap buaya sebagai makhluk suci dan mereka mengaku memiliki hubungan spiritual dan budaya dengan reptil ini. Karena itulah, saat pria mulai memasuki usia dewasa, mereka akan menjalani ritual menyakitkan yang ditujukan untuk membuat kulit mereka terlihat seperti buaya.
Memang terdengar mengerikan, tapi bagi suku-suku tersebut ritual kedewasaan ini adalah hal yang penting. Tidak melakukan ritual ini, mereka akan dianggap lemah dan ada juga yang sampai kehilangan hak tertentu seperti menikah.