Ridwan Kamil adalah salah satu figur yang saat ini begitu dicintai oleh rakyat Indonesia. Terutama mereka yang berdomisili di Bandung. Kota yang dirombak oleh Ridwan Kamil menjadi lebih hebat dalam waktu yang singkat. Kehebatan beliau tak hanya ditunjukkan dengan banyaknya proyek baru di Bandung, namun juga keakrabannya dengan warga Bandung yang kerap terlihat di akun jejaring sosialnya.
Kehebatan Ridwan Kamil dalam mengelola Bandung membuat banyak orang jadi iri. Kenapa orang sehebat Ridwan Kamil tak menjadi pemimpin di daerah-daerah lain. Kenapa pula Ridwan Kamil tak menjadi presiden Indonesia saat ini. Boleh jadi di bawah kepemimpinan beliau Indonesia jadi lebih maju.
Anyway, Ridwan Kamil memang hebat. Namun ada beberapa alasan yang membuat Ridwan Kamil tak perlu jadi presiden Indonesia saat ini. Berikut alasan selengkapnya untuk Anda!
1. Setidaknya Biarkan Ridwan Kamil Mengabdi di Bumiya Sampai Selesai
Ridwan Kamil adalah orang asli Bandung. Itulah mengapa ia begitu mengerti apa-apa saja yang dibutuhkan oleh kotanya. Sebelum di masa depan menjadi Presiden, setidaknya biarkan Ridwan Kamil membangun tempat ia tumbuh dan besar menjadi sebuah kota yang bagus. Bahkan bila perlu paling bagus se-Indonesia hingga dunia.
2. Kalau Tergesa-gesa Jadi Presiden, Ridwan Kamil Akan Disetir Orang Berkepentingan
Disadari atau tidak, menjadi presiden itu butuh dukungan orang yang banyak. Tak hanya rakyat yang berteriak-teriak dengan yel-yel. Tapi juga dana besar yang digunakan untuk kampanye. Lantas dana itu dari mana? Tentu dari partai pengusung, dan juga donatur yang kelak memiliki sebuah kepentingan untuk mengeruk banyak uang. Dengan pesona Ridwan Kamil yang hebat seperti sekarang, rasanya bakalan banyak pihak yang ingin memanfaatkan kesempatan besar ini.
3. Ridwan Kamil Terlalu Baik Untuk Menjadi Pembohong
Presiden itu ibaratnya sebuah barang jualan. Ia harus nampak sempurna saat berkampanye atau promosi agar rakyat terpesona. Setelah terpesona maka rakyat akan dengan senang hati memilihnya. Dalam promosi entah produk atau orang maka dibutuhkan sebuah team yang mampu melakukan branding. Kegiatan ini dimaksudkan agar rakyat terpengaruh meski kadang banyak hal yang dibuat-buat. Atau bahasa gampangnya, bohongan.
4. Bobotoh Akan Kehilangan Pimpinannya yang Sangat Inspiratif
Jika di Malang ada Arema maka di Bandung ada Bobotoh. Ridwan Kamil lahir dan besar di Bandung, itulah mengapa ia menjadi bobotoh sejati. Supporter bola yang melakukan apa saja untuk membela tim kesayangan. Meski sekarang telah menjadi wali kota, Ridwan Kamil masih sempat, bahkan selalu menyaksikan pertandingan Persib Bandung. Ia adalah pentolan bobotoh yang selalu menyuruh semua supporter bola di Bandung untuk berlaku santun.
5. Menjadi Presiden Adalah Pekerjaan Paling Sulit di Seluruh Dunia
Kita tidak mengatakan jika kemampuan dan kecerdasan seorang Ridwan Kamil masih belum mumpuni untuk jadi presiden. Tapi untuk menjadi presiden Ridwan Kamil setidaknya butuh hal lain yang tak sekadar kemampuan otak. Ia butuh banyak pengalaman dan juga banyak belajar dari figur-figur hebat di Indonesia dan dunia. Ridwan Kamil harus punya pemikiran hebat selayaknya Gus Dur atau Pak Habibie.
Ridwan Kamil adalah figur hebat yang saat ini jarang ditemui di Indonesia. Itulah mengapa kita semua harus melindungi sepak terjang beliau agar kelak bisa jadi calon pemimpin yang hebat. Rakyat Indonesia begitu merindukan pimpinan yang adil, jujur, dan bijaksana seperti mendiang Bung Karno!