Menjadi salah satu anggota keluarga kerajaan, tidak selalu menjamin kehidupannya akan sejahtera sampai bertahun-tahun lamanya jauh melebihi kehidupan rakyatnya sendiri. Apalagi pada zaman dahulu, dunia belum menyentuh modernisasi dan ketimpangan kemakmuran hidup rakyat biasa dengan kerajaan sangat tampak jelas.
Baca juga: Nggak Perlu Risau, Ini Caranya Transfer Antar Bank Gratis
Contohnya saja cerita dari kerajaan Thailand ini. Sungguh malang nasib sang permaisuri yang tutup usia sebelum genap berusia 20 tahun. Ia tewas dengan cara yang konyol juga mengenaskan. Berikut reka kejadian tewasnya Ratu Thailand, Sunandha Kumariratana.
Ratu yang menghapus perbudakan
Perjalanan Musim Panas
Kemalangan tak terduga
Hukum Kuno Siam
Para pengawal dan pelayan yang hanya berdiam diri menyaksikan peristiwa naas tersebut bukanlah sengaja untuk membuat sang Ratu tenggelam. Namun mereka yang berada di sana tahu, bahwa hukuman mati menanti jika ada salah satu dari mereka yang menyentuh anggota keluarga kerajaan. Belum lagi mitos tentang penguasa sungai juga akan mengutuk orang yang mencoba menolong siapapun yang tercebur, berlaku pada rakyat biasa maupun anggota kerajaan.
Penyesalan sang Raja setelah tragedi tewasnya Sunandha begitu amat besar, dikarenakan aturan kuno kerajaannya sendiri yang memberikan sekat dari rakyat biasa. Meskipun begitu rakyat dibuat bingung karena ia sendirilah yang meneruskan aturan tersebut tapi ia juga menghukum perwira dan bawahan yang menaati peraturan tersebut.
BACA JUGA: Lahirkan Anak Laki-Laki, Ini Yang Harus Kamu Ketahui Tentang Selir Raja Thailand
Tragedi ini menggambarkan bagaimana sebuah keyakinan atau peraturan malah bisa menjadi senjata makan tuan bagi sebuah bangsa, bahkan pemimpinnya sendiri. Itulah mengapa, seiring berjalannya zaman, peraturan kerap mendapat penyesuaian dan dilakukan perubahan agar memudahkan kehidupan manusia dan tidak menjadi bumerang bagi mereka.