Selama bulan Ramadan, setiap orang tentunya berlomba-lomba memperbanyak ibadah yang bisa mereka lakukan. Selain puasa di sianghari, bersedekah, mengaji Al-Qur’an, ibadah teraweh tentunya tak kalah baik dan utama. Berbagai kalangan, lelaki atau wanita, tua-muda, hingga anak-anak pasti ramai memenuhi masjid.
Terkadang bahkan ada yang berangkat membawa keluarga besar mereka untuk menunaikan ibadah satu ini. Tapi, perihal sholat teraweh kadang masih ada yang bertanya-tanya, yang mana yang lebih baik, 11 atau 23 rakaat? Nah, untuk mengetahuinya marilah kita simak penjelasan berikut
Namun, dalam riwayat lain, beliau pernah disebutkan sholat sebanyak 20 rakaat, hanya saja hadits yang menceritakan ini derajatnya sangat lemah. Walaupun begitu, bukan berarti salah saat seseorang mengerjakan ibadah yang jumlah rakaatnya lebih banyak ini.
Nah, dalam hal ini, jumlah rakaat sholat teraweh tersebut bisa dimasukkan ke dalam ibadah sholat malam yang dimaksud. Bisa disimpulkan bahwa sholat malam ini tidak ada batasan dari Rosulullah, karena beliau pun pernah melakukan hal serupa selama bulan Ramadan, sholat malam (selain teraweh) hingga hampir waktu shubuh.
Nah, sekarang yang menjadi tolak ukur baik atau tidaknya sholat teraweh yang kita lakukan adalah bukan jumlah rakaatnya, tetapi kesungguhan dan keikhlasan hati dalam beribadah. Yang tak kalah penting adalah keistiqomahan dalam melaksanakannya, tak hanya di awal Ramadan saja tetapi hingga ia berakhir, Saboom (Sahabat Boombastis) semua harus tetap rajin pergi ke masjid.