in

Kerap Hadapi Timnas Indonesia, Inilah Rahasia Thailand yang Selalu Keluar Menjadi Juara

Selama ini, Thailand kerap dianggap sebagai ikon sepakbola di Asia Tenggara dengan torehan prestasi yang mengkilat. Hal ini bisa dilihat dari prestasi sepakbola yang tergolong mentereng dibandingkan dengan negara lain di kawasan yang sama. Bahkan saat melawan Indonesia di berbagai turnamen dalam beberapa pertandingan, Thailand terlihat selalu mengungguli prestasi Timnas Garuda.

Tentu saja, ada rahasia di balik kesuksesan tersebut. Indonesia yang juga dikenal sebagai salah satu negara sepakbola di Asia Tenggara, setidaknya bisa belajar terhadap kesuksesan Thailand di bawah ini. Bagaimana negeri Gajah Putih tersebut, memajukan prestasi sepakbolanya hingga ke luar kawasan Asia Tenggara.

Spirit kemenangan yang dipersembahkan untuk sang Raja

Kemenangan didedikasikan untuk Raja Bhumibol [sumber gambar]
Prestasi timnas Thailand nyatanya tak lepas dari sosok Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej. Dilansir dari laman bola.com, sosok pemimpin bagi rakyat negeri Gajah Putih itu sangat disegani dan memiliki pengaruh yang kuat di cabang olahraga Thailand, termasuk sepakbola. Sebagai seorang atlet di masa mudanya, sang raja yang telah mangkat pada 2016 silam itu punya kalimat yang menjadi motivasi tersendiri bagi para atlet Thailand. “Olahraga adalah hal penting dalam pembangunan negara dan masyarakat,” ujar sang raja, saat merayakan HUT ke-88 yang dikutip dari bola.com.

Pengelolaan dan sistem kompetisi yang sehat

Pengelolaan kompetisi sepakbola yang terarah dan profesional [sumber gambar]

Dalam rangka ikut mensukseskan sepakbola dalam negeri, Thailand memulainya lewat kompetisi yang sehat dan berkompeten. Laman tirto.id menuliskan, mereka banyak melibatkan semua elemen yang terkait di dalamnya, seperti ementerian olahraga, kementerian pendidikan, pemerintah lokal, pengelola liga dan klub-klub profesional. Tak hanya itu, Thailand juga serius mempersiapkan talenta mudanya yang digadang-gadang sebagai penerus sepakbola masa depan negeri Gajah Putih tersebut.

Kesadaran klub akan potensi masa depan yang bisa diraih

Ilustrasi pembinaan pesepakbola usia muda [sumber gambar]
Tak hanya klub profesional, sejumlah pemangku kepentingan timnas Thailand juga melakukan terobosan dengan pembinaan pemain usia muda yang berkualitas. Salah satunya dengan mempersiapkan liga junior mulai dari U13, U15, U17, dan U19. Dilansir dari tirto.id, program yang masuk ke dalam proyek nasional itu diproyeksikan untuk menatap Piala Dunia 2026. Di mana pada turnamen yang diisi oleh 40 negara itu, diincar oleh Thailand yang ingin mendapatkan slot sebagai peserta.

Banyak menyiapkan pelatih-pelatih muda berkualitas

Ilustrasi pelatih muda Thailand [sumber gambar]
Selain pembinaan pemain usia dini, rahasia lain dari Thailand adalah kemampuan mereka mengkader sejumlah pelatih muda yang berkualitas. Laman tirto.id menuliskan, program tersebut memperbanyak jumlah pelatih berlisensi AFC mencapai 50 persen dari seluruh pelatih berlisensi di Asia Tenggara. Terlebih, hal tersebut juga masuk ke dalam proyek nasional timnas sepak bola Thailand selain fokus mereka pada gelaran Piala Dunia 2026.

BACA JUGA: 5 Alasan yang Membuat Sepak Bola Indonesia Tidak Mampu Mengalahkan Thailand

Bisa dibilang, sepakbola Thailand jauh meninggalkan Indonesia di segala aspek. Baik kesiapan dalam membina pemain muda, iklim kompetisi yang sehat, serta pengelolaan yang ketat serta profesional. Yang patut dicatat adalah, kesadaran timnas Thailand yang termotivasi untuk selalu memberikan kemenangan bagi Raja mereka. Indonesia pun harus punya tujuan yang sama. Bukan untuk raja, tapi masyarakat yang sudah lelah akan drama sepakbola nasional yang kering prestasi di kancah internasional.

Written by Dany

Menyukai dunia teknologi dan fenomena kultur digital pada masyarakat modern. Seorang SEO enthusiast, mendalami dunia blogging dan digital marketing. Hobi di bidang desain grafis dan membaca buku.

Leave a Reply

Jomblo di Malaysia Dapat Tunjangan, Bagaimana Ya Kalau Indonesia Terapkan Aturan Serupa?

Begini Penampakan Rumah di Atas Gunung Milik Dodit Mulyanto, Lahannya 6000 Meter