Raden Mas Soesalit Saat Masih Kecil
Habis Gelap Terbitlah Terang. Begitulah satu dari puluhan untaian kata mutiara sang emansipasi wanita Indonesia yang berjuang sekuat tenaga demi keagungan harkat dan martabat kaum hawa tanah air agar diakui oleh semua mata. Raden Ajeng Kartini, ialah namanya yang abadi selalu dikenang setiap tahunnya, hingga hari ini.
Pahlawan kelahiran Jepara, Jawa Tengah ini meninggalkan berjuta inspirasi namun sayang tidak banyak yang tahu mengenai kisah keluarga yang ditinggalkannya. Beliau memiliki seorang putra bernama Raden Mas Soesalit. Lalu siapakah sosok putra ibu pahlawan kita? Mari kita simak:
Raden Mas Soesalit Djojoadhiningrat, beliau merupakan putra pertama dan tunggal hasil dari pernikahan RA Kartini dengan Bupati Rembang K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojoadhiningrat. Beliau lahir pada 13 September 1904 di Rembang, Jawa Tengah. Namanya Soesalit merupakan singkatan bahasa Jawa yang berarti, Soesah naliko alit (Susah semasa kecil), alasan nama tersebut diberikan karena RA Kartini meninggal 4 hari setelah melahirkan RM Soesalit. RM Soesalit juga memiliki saudara tiri seayah yakni Abdoelmadjid Djojoadhiningrat. Dimana Abdoelmadjid ini merupakan salah satu tokoh dalam Perhimpunan Indonesia dan Partai Sosialis Indonesia.
Pada masa kependudukan Jepang, RM Soesalit direkrut untuk bergabung dengan tentara pembela tanah air (PETA). Tak hanya itu ia juga menyandang gelar Mayor Jenderal dalam masa kemiliterannya namun pangkatnya turun menjadi kolonel setelah adanya hasil Re-Ra (Reorganisasi – Rasionalisasi) Angkatan Perang Republik Indonesia di tahun 1948. Selain itu Soesalit juga pernah menyandang beberapa pangkat dalam kedinasan kemiliteran yakni sebagai Komandan Brigade V Divisi II Cirebon (sampai dengan Oktober 1946), Panglima Komando Pertempuran Daerah Kedu dan sekitarnya (1948) dan sebagainya.
Seluk beluk kehidupan RM Soesalit memang tak banyak yang tahu. Keturuan langsung keluarga ningrat ini seolah hilang tanpa jejak, loyalitasnya pun dikala muda tetap terngiang namun jarang ada yang mengetahuinya. Ya, minimnya informasi membuat masyarakat sedikit tabu akan nama-nama penerus RA Kartini, hanya lewat RM Soesalit lah publik dapat memahami walau sedikit. Namun demikian bukan berarti sang darah pahlawan tak berjejak sekalipun. Ya, RM Soesalit menikah dengan wanita Jawa yakni Siti Loewijah, mereka dikaruniai seorang putra bernama Boedi Setyo Soesalit. Namun sayangnya kala Boedi lahir sang ayah (RM Soesalit) sudah meninggal.
Meski bak hilang ditelan bumi, para darah pahlawan pun tetap meninggalkan kenangan manis bagi bangsanya.. Ya, selain jasa rupanya para sesepuh di atas Soesalit juga meninggalkan kenangan berupa benda yakni, sebuah Al-Quran. Benda suci tersebut disimpan dan dijaga oleh Soesalit atas saran sang paman, yakni RMP Sosrokartono ialah kakak kandung RA Kartini. Al-Quran tersebut merupakan salah satu benda bersejarah dalam kisah RA Kartini. Kala itu sang pahlawan emansipasi ini mendatangi pengajian saat beliau berkunjung ke kediaman pamannya yang juga salah satu tokoh pembesar di Demak. Pengajian tersebut dipimpin oleh seorang Kiai yang berasal dari Dukuh Kedung Jumbleng, Desa Ngroto, Kecamatan Mayong.
Fenomena viral Arra, bocah lima tahun yang dikenal karena kepandaiannya berbicara dengan gaya dewasa, kembali…
Nama Fedi Nuril akhir-akhir ini kembali dikenal publik. Bukan karena kembali membintangi film dengan tokoh…
Kamis (20/3/2025) pukul 03.00 WIB, saat asyik scrolling media sosial X sambil sahur, mata tertambat…
Dunia aviasi Indonesia bakal semakin berwarna dengan kehadiran burung-burung besi baru. Indonesia Airlines, sebuah perusahaan…
Lagi-lagi rakyat Indonesia dibikin geleng-geleng kepala oleh ulah aparat penegak hukum. Kali ini kasusnya sedang…
Baru-baru ini, dunia hiburan Korea Selatan diguncang oleh skandal yang melibatkan aktor papan atas, Kim…